3 Tahap Psikologis Perempuan Dalam Memilih Pasangan

Satukliknews – Laki-laki itu ada pada umumnya sebagaimana yang dikatakan oleh Sigmund Freud (tokoh Psikoanalisa) adalah “nafsu berjalan” dan lebih banyak menggunakan otak “reptil” dalam membangun sebuah hubungan dengan lawan jenisnya. Dari metafora “nafsu berjalan” dan “otak reptil” bisa kita simpulkan bahwa laki-laki cenderung sepakat bahwa ketertarikan yang mereka rasakan terhadap perempuan didominasi oleh urusan fisik semata. Jika bukan dada ya pinggul. Berbeda dengan laki-laki yang fisik sentris, perempuan memiliki banyak pertimbangan ketika menentukan pasangan. Ada tahap di mana perempuan sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis dalam memilih pasangan.  Berikut ini disajikan tiga tahap psikologis seorang perempuan dalam menentukan pasangannya.DOMINO ONLINE

Perempuan yang begitu remaja dalam kategori ini adalah perempuan yang sudah mengalami menstruasi. Kira-kira mulai dari usia SMP kelas VII hingga lulus kuliah termasuk dalam kategori ini. Perempuan pada tahap ini biasanya aka cenderung tertarik dengan laki-laki tampan. Ukuran ketampanan itu biasanya merujuk pada aktivitas sosial mereka sehari-hari. Artinya bahwa ketampanan yang mereka bayangkan dibentuk oleh kesenangan mereka terhadap hal-hal tertentu. Misalnya seorang remaja perempuan penggemar film Barat dalam hal ini adalah pria Barat dengan ciri-ciri fisik yang mengikuti akan memiliki konstruksi ketampanan berbeda dengan seorang remaja lainnya yang menggemari serial Drama Korea, pun begitu dengan remaja putri penggemar film India.

BACA JUGA : 7 hal buruk yang terjadi kalau anda tidur terlalu banyak

Remaja perempua pada tahap ini kadang cenderung membawa ketampanan ideal yang dikonstruksikan media ke dalam kehidupan nyata. Meski merek sadar bahwa apa yang mereka saksikan itu hanyalah mimpi, pada akhirnya terbawa juga ke dunia nyata. Ketika melihat pria tampa di kehidupan nyata, secara spota akan keluar kata “ihhh ganteng ya kayak si A, kayak si B ”, “itu lho yang main di film A, film B, film C”. Kesimpulannya, remaja perempuan pada tahap ini cenderung tertarik kepada laki-laki tampan, gagah, ganteng,  secara fisik.

Perempuan yang seperti ini ada pada kategori ini biasanya berada pada rentang usia pasca kuliah sampai berumur 27 atau 28 tahun. Usia 28 tahun menjadi patokan bila dasarnya adalah budaya Timur. Tetapi bila merujuk pada budaya Barat bisa sampai umur 35 tahun. Perempuan pasca kuliah biasanya akan disibukkan dengan pekerjaan barunya yakni mencari receh. Umur-umur pasca lulus kuliah sesungguhnya menjadi umur yang krusial dan berada di persimpangan jalan, di satu sisi merasa bingung mau kerja apa karena mungkin waktu kuliah hanya digunakan hura-hura.  Pada titik ini  mereka akan merasakan malu yang luar biasa jika belum bisa hidup mandiri, apalagi masih minta duit ke orang tua. Perempuan pada tahap ini tidak lagi menjadikan fisik lawan jenis sebagai magnet yang bisa membuat dirinya tertarik.

Mereka, dalama istilah umum, sudah “insyaf” alias “tobat” sebagai penggemar  atau pecandu film-film tertentu. Mereka fkini benar-benar berada di alam nyata dan fokus membangun karir dan mencari uang sebanyak-banyaknya.  Kondisi psikis demikian secara tidak langsung turut mempegaruhi pilihan-pilihan yang dibuat dalam menentukan pasangan hidup. Perempuan mandiri dengan sendirinya akan tertarik dengan laki-laki yang mampu membrikan keamanan keuangan, maksudnya mampu menjami kesejahteraan si perempuan dan keluarganya. Jelas, laki-laki mapan apapun bentuk fisiknya sangat menawan bagi perempuan mandiri.

Perempuan pada tahap ini berada dalam rentang umur 28-40. Rentang umur bisa saja berubah tergantung budaya yang berlaku di dalam masyarakat. Lagi pula umur tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kedewasaan seseorang. Kadang sudah berumur, tetapi perilaku sangat childish (kekanak-kanakan). Perempuan pada tahap ini tidak lagi melihat pria dari sisi fisik dan kemapanan. Mereka telah melampaui pemikiran keduanya dan bersiap mencari pendamping hidup untuk bisa diajak bersama sampai ajal menjemput.

Kriteria laki-laki yang dicari perempuan dewasa adalah laki-laki yang beriman. Maksudnya laki-laki yang paham agama, kebapakan, penyayang, penyabar dan tentu saja memiliki komitmen terhadap sebuah hubungan.  Kenapa harus beriman? Sebab perempuan pada tahap ini adalah pribadi yang ingin di emong, di empu, dan sosok pria beriman dianggap mampu melakukan tugas itu.JUDI DOMINO

Leave a Comment