6 Cara Unik Untuk Meredam Amarah

Satukliknews – Amarah itu merupakan salah satu sifat yang berada dalam diri manusia normal selayaknya sifat-sifat lainnya seperti sedih, bingung, dan bahagia. Namun dikarenakan hal itu, bukan berarti kita sebagai manusia bisa dengan seenaknya meluapkan amarah  secara sembarangan dan serampangan. Bahkan justru kita diperintahkan untuk menahan dan mengendalikan sifat ini karena amarah itu seperti api yang akan membakar diri sendiri dan sekitarnya.

Berbagai macam ide yang sudah dicetuskan tentang bagaimana cara agar kita bisa menahan amarah yang datang. Contohnya seperti diam, bernafas dalam-dalam, tersenyum, olah raga, dan lain-lain. Namun bagi sebagian orang, cara-cara tersebut tidak efektif. Rasa marah terkadang masih bersemayam di dada dan siap untuk meledak.

Maka, di bawah ini adalah beberapa cara out of the box yang dapat dicoba untuk meredam kemarahan jika cara-cara yang umum sudah tidak efektif lagi :DOMINO ONLINE

1. Menggigit Lidah

Diam terkadang sulit sekali loh untuk dilakukan pada saat kemarahan tengah berada di puncaknya. Karena emosi yang begitu tinggi, keinginan untuk berbicara pun akan semakin besar. Namun, ucapan yang meluncur dari bibir orang yang sedang emosi biasanya tak terkontrol. Kata-kata kasar, kotor, hinaan dan caci maki akan terlontar begitu saja tanpa bisa dikendalikan. Maka satu-satunya cara adalah dengan menggigit lidah. Di saat marah, begitu keinginan untuk bicara muncul, jangan hanya diam saja. Tapi cobalah untuk menggigit lidah dan jangan dilepaskan dulu sebelum emosi meredup. Gigitlah lidah semakin kuat jika keinginan untuk bicara masih muncul.

2. Menampar Pipi

Tamparlah dengan pipi (pipi sendiri tentunya) dengan cukup keras saat sedang marah. Rasa marah akan teralihkan oleh rasa sakit dan lama-kelamaan rasa marah pun akan sirna. Perbuatan ini memang akan menyakiti diri sendiri. Tapi jika dibandingkan dengan menyakiti orang lain, dampaknya tidak seberapa.

3. Mencubit Lengan Sendiri

Jika sudah menampar pipi sendiri di depan orang lain terasa memalukan, cobalah untuk mencubit lengan sendiri. Cubitlah agak keras sampai terasa cukup untuk mengalihkan rasa marah menjadi rasa sakit karena dicubit. Setidaknya sambil menahan rasa sakit, kita bisa memberi waktu bagi pikiran untuk dapat berpikir lebih jernih.

4. Cuci Baju Manual

Ya, harus manual alias menyikat, mengucek dan membilas menggunakan tangan. Saat sedang marah, biasanya energi akan tiba-tiba berlimpah ruah. Energi yang besar ini harus segera disalurkan pada sesuatu yang lain, misalnya mencuci baju. Kalau pakai mesin cuci mungkin tidak akan terlalu efektif. Kenapa tidak mencuci piring? Bisa saja, tapi jangan sampai piring dan gelasnya pecah-pecah ya. Kalau mengepel lantai? Itu juga bisa. Intinya adalah salurkanlah energi marah tersebut pada sesuatu yang berguna. Dengan mencuci baju, amarah hilang pekerjaan rumah pun selesai.

5. Rendam Wajah di dalam Baskom Berisi Air

Jika kebetulan amarah melanda saat Anda sedang berada di rumah, segeralah ke kamar mandi. Anda disarankan untuk berwudhu atau mandi. Atau kalau ingin sesuatu yang simple, Anda bisa mengisi baskom ukuran sedang dengan air dan rendamlah wajah Anda selama yang Anda bisa. Ulangi beberapa kali sampai rasa marah itu memudar dan kemudian sirna. Diharapkan dengan merendam wajah di dalam air yang dingin akan memadamkan amarah Anda.

6. Jajan

Apa bedanya sih jajan dengan shoping? Shoping biasanya indentik dengan foya-foya dan hura-hura. Shoping hanya menghamburkan uang yang lumayan banyak untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Sedangkan yang dimaksud dengan jajan di sini adalah membeli beberapa snack atau cemilan terutama cokelat yang terbukti mampu menenangkan perasaan. Lalu luangkanlah waktu untuk menikmati semua cemilan yang dibeli itu sampai perasaan kembali tenang.

BACA JUGA : Ini 5 mitos seks saat hamil yang perlu anda tahu

Itulah beberapa cara unik yang dapat dicoba untuk meredam rasa marah. Mungkin bagi beberapa orang akan berhasil dan bagi sebagian orang tidak. Yang penting, cobalah sebisa mungkin untuk tidak marah walaupun hal itu manusiawi. Setidaknya, marahlah sewajarnya, jangan sampai berlebihan sehingga akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.JUDI DOMINO

Leave a Comment