7 Bunga Yang Terancam Pundah Dan Langka Di Dunia

Satukliknews – Tanaman hias ini khususnya bunga, memang menjadi tanaman wajib yang harus dimiliki dan ditanam di halaman rumah. Namun tidak dengan jenis tanaman hias langka di bawah ini. Jika lazimnya di halaman rumah dihiasi dengan bunga Mawar, Anggrek dan jenis-jenis bunga lainnya, maka jangan heran jika tanaman ini tidak akan kamu temui di halaman rumah manapun karena jumlahnya yang sangat langka bahkan dianggap telah punah.

1. Raflesia Arnoldii

Refflesia adalah genus dari tumbuhan bunga parasit. Pertama kali ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu asli Indonesia untuk Dr. Joseph Arnold pada tahun 1818 dan dinamakan berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi tersebut. Diameter bunga Rafflesia Arnoldii lebih dari 100 cm, dan telah berhasil menobatkan sebagai bunga terbesar di dunia.

Bunga yang seperti ini tidak memiliki batang, tangkai, daun maupun akar seperti layaknya tumbuhan pada umumnya. Saat mekar, bunga ini akan mengeluarkan bau busuk yang sangat pekat sehingga sering dijuluki sebagai bunga bangkai. Bau tidak sedapnya sangat menyengat, bahkan lalat dan kumbang-kumbang disekitarnya sering menghampirinya dan membantu proses penyerbukannya.

2. Cypripedium Calceolu

Bunga ini juga sering Disebut juga Lady Slipper yang merupakan sejenis anggrek liar yang sangat langka di Eropa. Satu-satunya contoh tanaman ini hanya ada di Inggris yang bisa kamu temukan di lapangan golf dan berada di bawah perlindungan polisi.

Setangkai bunga ini memiliki harga yang fantastis sekitar 5.000 USD. Biji tanamannya tidak memiliki cadangan makanan, ia hanya bisa hidup dengan bantuan simbiosis jamur jenis tertentu. Saat itu, jamur yang menyuplai makananannya pun akan mati.

3. Franklina Altamaha

Franklina Altamaha Atau sering disebut juga pohon Franklina, merupakan sejenis pohon semak yang bisa tumbuh mencapai 33 kaki. Tumbuhan ini juga termasuk dalam genus teh. Bunganya memiliki warna putih dengan aroma yang sangat harum, hampir mirip dengan bunga Camelia.

Tempat asalnya adalah lembah sungai Altamaha, Georgia, dan telah dianggap punah di alam liar sejak awal abad 19. sampai saat ini, pohon ini masih bisa kamu temui di keluarga Bartram yang mengembangbiakkan pohonnya dan menyebarkannya sebelum kepunahan terjadi. saat mekar, warna daunnya yang merah akan berubah menjadi merah terang saat musim gugur.

4. Kokai Cookei

Kokai Cookei Merupakan pohon Langka yang berasal dari Hawaii. Ditemukan pada tahun 1860. Pohon ini sangat sulit untuk berkembang biak, pada tahun 1950 setelah bibit mati maka pohon ini dianggap telah hilang dan punah. Pada tahun 1978, terjadi kebakaran dahsyat yang menghancurkan satu-satunya pohon yang selamat dan sempat ditemukan pada tahun 1970.

Beruntungnya, salah satu cabang dari pohon yang tersisa ini masih bisa diselamatkan dan berhasil dicangkokkan. Sampai saat ini masih ada 23 pohon yang hidup dan semuanya berada di Hawaii. Pohonnya kecil, dengan ukuran tinggi sekitar 10 – 11 meter. Warna merah menyala pada kelopaknya sangat menyolok, dan sekilas terlihat seperti bunga sepatu.

5. Gibraltar Campion

Memiliki nama ilmiah Silente Tomentosa, spesies bunga ini terbilang langka dan hanya bisa kamu temukan di tebing-tebing tinggi di Gibraltar. Tanaman indah ini diyakini telah punah di luar Gibraltar pada tahun 1980 an namun masih ada beberapa spesies tersisa yang dapat ditemukan.

Pada Tahun 1994, sebuah spesies tunggal berhasil ditemukan oleh seorang pendaki tebing yang tidak dapat dijangkau, dengan begitu, masih ada harapan untuk spesies itu hidup dan berkembang kembali. Benihnya kemudian disebarkan di bank benih Milenium dan saat ini tumbuh di The Almeda Gibraltar Botanic Gardens serta Royal Botanic Gardens di London.

6. Lotus Berthelotii

Bentuk bunga yang menyerupai paruh burung Kakatua, menjadikan ia terkenal dengan sebutan bunga Paruh Kakatua. Sudah digolongkan dalam kategori bunga langka pada tahun 1884 dan diyakini telah benar-benar punah di alam liar.

Tanaman yang begitu indah dari Kepulauan Canary ini penyerbukannya dibantu oleh seekor burung Sunbird yang juga diyakini telah lama punah di Kepulauan Canary. Percobaan tentang penyerbuk baru bunga-bunga ini sudah dilakukan oleh ilmuwan untuk melawan kelangkaan tanaman ini dan membawanya kembali ke habitat asalnya yaitu pulau canary. Namun Sayangnya, pada tahun 2008, sudah tidak ada buah yang berhasil diproduksi sama sekali.

7. Jade Vine

Memiliki nama lain Strongylodon Macrobotrys, bunga Jade Vine ini juga merupakan bunga yang hidup di habitat hutan hujan tropis di negara bagian Filipina. Pohon bunganya termasuk anggota keluarga kacang-kacangan yang memiliki hubungan erat dengan tanaman kacang merah. Bunganya yang berbentuk seperti cakar yang tumbuh menggantung di ranting-ranting pohon. Panjang dari tumbuhan ini bisa mencapai tiga meter, warnanya sangat khas dan indah, yaitu variasi warna hijau kebiruan dan hijau mint.

BACA JUGA : Ternyata orgasme wanita dari masturbasi beda dengan hubungan intim

Namun, bunga berwarna unik ini sudah sangat langka dan sangat sulit untuk berkembang biak dan dianggap sebagai spesies yang terancam punah karena perusakan habitat dan penurunan penyerbuk alami.JUDI DOMINO

Leave a Comment