8 Sosok Soekarno yang penuh dengan fakta unik

Satukliknews – Siapa sih yang tidak kenal Soekarno? Tentu kita semua mengenalnya. Sosok pemimpin yang sangat kharismatik dan berwibawa dimata rakyatnya walaupun beliau kini sudah tiada. Oleh karena itu, sosok Soekarno terkadang menjadi idola banyak perempuan. Siapakah perempuan yang pernah menjadi istri beliau?DOMINO ONLINE

Oetari

Oetari itu adalah anak dari H.O.S Tjokroaminoto. Soekarno menikahi Oetari ketika Oetari berumur 16 tahun sedangkan Soekarno berumur 21 Tahun. Pernikahan ini bukanlah berdasarkan rasa cinta, melainkan karena rasa balas budi Soekarno kepada Tjokroaminoto karena sudah menampung Soekarno tinggal di rumahnya. Karena pernikahan ini bukanlah kehendak hati Soekarno, maka dua tahun setelah menikah Soekarno menceraikan Oetari. Keadaan beliau ketika sudah menikah dengan Oetari adalah terbalik. Seharusnya Oetari memberikan perhatian kepada Soekarno, malah sebaliknya. Jadi Soekarno seperti bapak bagi Oetari, bukanlah sebagai suami. Oleh karena itu, maka Soekarno dan Oetari resmi bercerai setelah meminta izin kepada Tjokroaminoto.

Inggit Garnasih

Soekarno sudah bertemu inggit ketika ia datang ke Bandung dan tinggal di tempat Haji Sanusi. Ketika itu, Inggit adalah istri dari Haji Sanusi. Bagaiamana mereka berdua bisa jatuh cinta? Ketika itu Soekarno masih berumah tangga dengan Oetari. Tetapi hubungan rumah tangga mereka tidaklah harmonis sehingga Soekarno merasa kesepian. Begitu pula dengan Inggit. Rumah tangga inggit dengan Haji Sanusi tidaklah harmonis. Haji Sanusi tidak peduli lagi dengan istrinya. Ia gemar berjudi dan hampir setiap malam main biliard diluar sehingga Inggit pun merasa kesepian. Ketika terjadi kecocokan seperti itu, Inggitpun sangat perhatian kepada Soekarno, ia sering memasak makanan yang khusus untuk menyenangkan Soekarno.

Singkat cerita, mereka berdua menikah dengan meminta izin terlebih dahulu kepada Haji Sanusi. Setelah menikah kehidupan mereka berdua penuh dengan lika-liku. Hingga akhirnya mereka bercerai saat setelah 20 tahun menikah.

Fatmawati

Ketika itu Soekarno sedang di asingkan oleh Belanda di kota Bengkulu. Di tempat itu, dia diminta oleh ketua Muhammadiyah setempat untuk mengajari di Sekolah Muhammadiyah. Nah, di sekolah inilah Soekarno bertemu dengan Fatmawati. Uniknya, Fatmawati ketika itu bukanlah seorang guru, melainkan ia adalah seorang murid yang di ajar Soekarno. Awalya rasa cinta Soekarno kepada Fatmawati adalah rasa cinta kepada murid seperti sewajarnya guru. Tetapi, setelah waktu berjalan, Fatmawati berubah menjadi seorang gadis yang cantik yang membuat Soekarno jatuh cinta seperti cinta laki-laki dengan lawan jenisnya.

Rasa Cinta Soekarno kepada Fatmawati itu membuat Inggit Cemburu. Maka semenjak saat itulah rumah tangga Soekarno dengan Inggit menjadi tidak harmonis lagi. Ketika Soekarno mengutatakan niatnya menikahi Fatmawati, Inggit menolaknya dan ia meminta cerai. Ringkas cerita, Soekarno menceraikan Inggit tetapi dengan suatu alasan yang logis tentunya. Soekarno ingin mempunyai anak dari seorang istrinya tetapi tidak mendapatknya dari Inggit, lalu Soekarno menikahi Fatmawati.

Hartini

Soekarno juga bertemu dengan Hartini ketika ia mampir di kediaman Bapak Walikota Salatiga ketika akan berkunjung ke Yogyakarta dalam rangka meresmikan Masjid Syuhada. Dalam kesempatan tersebut, ia berkeliling ke dapur. Tanpa sengaja, ia melihat seorang wantia cantik yang terbungkus dalam sebuah kebaya yang indah. Dialah Hartini.

Setelah selesai berpidato, Soekarno langsung kembali ke rumah walikota untuk menikmati hidangan makan siang. Saat itu, Soekarno merasa sangat lapar. Ada satu hidangan yang menarik perhatian Soekarno, yaitu sayur lodeh. Ketika itu Soekarno langsung menanyakan siapakah yang membuat sayur lodeh itu. Ternyata yang membuat sayur lodeh itu adalah Hartini.

Ringkasnya, Hartini menikah dengan Soekarno dengan melalui izin Fatmawati. Sebelum menikah, Hartini pernah mengatakan, “Ibu Fat firs lady, saya istri kedua. Saya tidak mau Ibu Fat diceraikan, karena kami sama-sama wanita.”

BACA JUGA : 17 dampak gigi yang berlubang pemicu penyakit

Kartini Manoppo

Soekarno langsung menikah dengan Kartini Manoppo pada tahun 1959. Kartini Manoppo adalah seorang model dan mantan pramugari Garuda Indonesia. Soekarno tertarik kepada Kartini ketika melihat lukisan Basuki Abdullah yang modelnya adalah wanita tersebut. Kartini Manoppo menjadi salah satu istri Soekarno yang kemudian diceraikan.

Ratna Sari Dewi

Ratna Sari Dewi ini adalah seorang wanita jepang yang nama aslinya Naoko Nemoto. Namanya di ubah oleh Soekarno menjadi nama jawa yaitu Ratna Sari Dewi. Pada awal maret 1962, ia dinikahi Soekarno secara terbuka setelah beragama Islam dan mendapatkan nama baru Ratna Sari Dewi atau lebih dikenal dengan Dewi Soekarno.

Pernikahan Soekarno ini dengan Dewi ternyata menyimpan kisah pilu. Ibu Dewi, seorang janda, kaget dan langsung meniggal mendengar putrinya menikah dengan orang asing. Disusul hanya 26 jam sesudahnya, Yaso, saudara laki-laki Dewi, melakukan Herakiri (bunuh diri)

Ratna Sari Dewi pulang ke negaranya ketika kondisi politik pemerintah Soekarno labil setelah Gerakan 30 September G30S/PKI. Dewi kembali ke Indonesia ketika mendengar Soekarno jatuh sakit.

Haryati

Ketika Soekarno sudah dekat dengan sosok Dewi sebelum menikah, hampir bersamaan waktunya, ia juga dekat dengan seorang gadis yang bernama Haryati. Setelah tiga tahun menikah, Haryati diceraikan dengan alasan sudah tidak cocok

Yurike Sanger

Siapa  sih yang menyangka, bahwa Soekarno pernah jatuh cinta dengan seoran gadis SMA yang namanya Yurike Sanger dan diperitri tahun 1964.

Soekarno pertama kali bertemu dengan Yurike  bermula ketika Yurike menjadi anggota Bhineka Tunggal Ika, seubuah kelompok remaja yang berjumlah 50 pasang yang tampil mengenakan pakaian adat Indonesia pada acara-acara presidenan waktu itu.

Ketika pertama kali sudah terjun dalam kelompok itu pada sebuah acara kepresidenan, tanpa disangka-sangka Soekarno berhenti dan menyapa Yurike “ Sapa namamu?” medapat sapaan itu Yurike terkejut dan beribu perasaan bercampur menjadi satu. Nah, itulah pertama kalai sang presiden bertemu dengan Yurike Sanger.

Hubungan Soekarno dengan Yurike lama kelamaan semakin dekat hingga akhirnya Soekaro dan Yurike Resmi menikah. Setelah menikah hubungan mereka berdua otomatis menjadi semakin dekat, tetapi, menjadi Istri presiden tidaklah mudah. Hal itu menjadikan Yurike semakin tidak bebas dan harus berhenti bersekolah.

Sabtu 20 Juni 1970, pada keesokan harinya Soekarno meninggal dunia. Heldy merasa sangat bersedih dan menangis. Hingga saat Soekarno dimakamkan di Blitar, Heldy tidak bisa mengantarkan beliau ke peristirahatan terkhirnya karena kondisi kandunganya yang sudah cukup besar.

Itulah kawan perjalanan cinta sosok proklamator kita yang sangat kita kagumi. Soekarno memang seorang pribadi yang unik dan sangat mengagumkan.JUDI DOMINO

Leave a Comment