8 Tips Meyakinkan Anak Agar Mau Ke Dokter Gigi

Satukliknews – Pada umumnya, kita pasti perlu memeriksakan kesehatan gigi kita ke dokter gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang mungkin terjadi pada gigi dan gusi kita maupun anak-anak kita.

Orangtua yang sering mengeluh karena perjuangan membawa anak-anak ke dokter gigi kadang harus dibayar mahal. Banyak dari mereka sudah berusaha membujuk dan merayu memberikan sesuatu jika mereka mau diajak ke dokter gigi, tetapi masih belum berhasil juga. bahkan bisa saja anak akan merengek lalu menangis keras, berguling-guling dilantai sampai berteriak-teriak karena tidak mau diperiksa giginya, padahal sudah sampai ditempat praktik dokter gigi. Terkadang anak-anak takut ketika melihat peralatan praktik yang menurut mereka terlihat menyeramkan, sehingga mereka tidak mau lagi diajak pergi kedokter gigi.DOMINO ONLINE

Di Indonesia, bisa saja dikatakan kalau hampir semua anak takut berhadapan dengan dokter gigi. Padahal dokter gigi sebenarnya adalah praktisi kedokteran yang patut dijadikan sahabat. Karena dokter gigi adalah orang yang direkomendasikan atau orang yang telah memenuhi syarat untuk diberi kepercayaan mengatasi segala permasalahan gigi dimana kesehatan, rasa nyaman, bahkan kesejahteraan pasien akan diutamakan.

Jika anak yang tidak diedukasi dan tidak terkondisi untuk mengenal dokter gigi, bisa dipastikan orangtua akan kesulitan ketika terjadi permasalahan pada gigi anak. Dan tidak menutup kemungkinan, hal ini akan berlanjut hingga dia dewasa. Untuk itu, sangat disarankan kepada orang tua agar tidak segan-segan membawa anak-anaknya memeriksakan gigi secara rutin dan berkala.

BACA JUGA : curhat seorang wanita yang dihamili tukang ojek

Berikut terdapat 8 tips jitu meyakinkan anak supaya mau diajak kedokter gigi:

1. Beri saja dengan pengertian dengan bahasa anak  dan dengan cara penuh kasih sayang akan pentingnya mulut bagi kesehatan. Bisa melalui cerita, lewat buku bergambar, atau contoh-contoh nyata yang ada.

2. Jangan menakut-nakuti anak dengan hal yang tidak perlu, meskipun itu hanya dalam tataran yang ‘bercanda’. Karena bercanda yang tidak pada tempatnya akan terekam dalam ingatan sehingga membuat mereka semakin takut.

3. Kenali saja karakter anak. Apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka. jika anak suka hadiah atau sesuatu, tidak ada salahnya jika orangtua memberikannya sebagai imbalan karena anak telah bersedia kedokter gigi.

4. Beri pujian ketika anak telah bersedia ke dokter gigi.

5. Jangan memaksa jika anank belum bersedia, tapi berilah dia pengertian agar di waktu lain mau diajak ke dokter gigi.

6. Carilah banyak info tentang dokter gigi yang ramah disekitar anda dan mampu berkomunikasi dengan anak, karena sebagai manusia biasa, dokter gigi pun ada yang tidak sabar dalam menghadapi anak.

7. Jika telah berhasil berkonsultasi dengan dokter gigi, terapkan apa yang telah disampaikan oleh dokter dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ada kesinambungan serta jalinan kerjasama yang baik antara orangtua, anak dan dokter gigi.

8. Jangan takut ke dokter gigi.

Dengan mengikuti dan mempraktekkan dengan tips diatas, insyaallah anak dengan mudah mau diajak ke dokter gigi tanpa ada kesulitan. Orangtua harus extra  sabar dalam menghadapi anak karena, mereka memiliki karakter yang  berbeda-beda dan masih dalam proses pertumbuhan dan pengembangan diri.  Semoga bermanfaat.JUDI DOMINO

Leave a Comment