Alasan Julia Menggambar Semua Tubuhnya Dengan Tato

Satukliknews – Ada banyak sekali loh alasan orang mentato tubuhnya. Bisa karena alasan artistik, ikut-ikutan teman, suka dengan gambar tertentu, atau karena ada kenangan dengan gambar tertentu, dan ingin mengabadikannya dalam bentuk tato.DOMINO ONLINE

Awalnya, tato lebih banyak digunakan oleh kaum pria. Tapi, belakangan, kaum perempuan pun cukup banyak yang menggemari tato. Terlebih, warna dan model gambar yang digunakan kini semakin semakin variatif dan menyenangkan.

Mentato Tubuh Tanpa Sisa

Namun, dalam urusan tato mentato, sepertinya tak kan ada wanita yang nekat seperti Julia Gnuse. Perempuan kelahiran Michigan tahun 1955 ini tidak tanggung-tanggung. Ia mentato tubuhnya tanpa sisa, mulai dari kulit wajah, leher, tangan, kaki, hingga semua bagian tubuh!

Berkat dari semua keputusannya menggambari 95% tubuh dengan tato, Julia mendapat julukan sebagai The Illustrated Lady, wanita bergambar. Julia juga meraih penghargaan dari lembaga Guinness Record, sebagai wanita yang paling banyak memiliki tato di dunia. Berkat tatonya pula, Julia pernah jadi model video klip kelompok musik Aerosmith, dalam lagu Pink.

BACA JUGA : Ternyata cacing sehat loh untuk dikonsumsi

Julia tinggal di Foothill Ranch, California. Awalnya, kehidupan Julia biasa dan normal-normal saja, dan tubuhnya bersih dari goresan tato. Namun, sesuatu yang tidak diinginkan kemudian terjadi. Seluruh kulit Julia memerah dan mengelupas tanpa bisa dinetralisir lagi. Kondisi ini dipicu oleh sindrom porphyria, kelainan kulit yang ia derita sejak lama. Penyakit ini menyebabkan kulit Julia sangat sensitif, dan mudah terbakar matahari.

Lampu Hijau Dari Dokter

Awalnya Julia ini juga membuat satu tato di tangannya, sekedar iseng saja. Namun, Helena Smith, sahabat julia, kemudian menyarankannya agar Julia mentato saja seluruh kulitnya, untuk menyamarkan kondisi kulitnya yang tidak normal. Setelah ditimbang-timbang dengan matang, akhirnya Julia setuju dengan saran Helena. Ia pun segera mengontak seniman tato terbaik di California, setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter. Julia memang khawatir goresan tinta tato akan menambah parah kondisi kulitnya. Tetapi, dokter pribadinya memberikan lampu hijau untuk rencana Julia.

Tak banyak yang tahu, sebenarnya Julia sangat tersiksa dengan sindrom kulit yang dideritanya. Jika sudah memerah, dalam kondisi tertentu akan melepuh dan menimbulkan rasa perih yang luar biasa. Menjelang ajalnya, Julia pernah berencana untuk menghapus seluruh tato yang ada di tubuhnya. Namun Tuhan memiliki rencana lain. Julia meninggal pada 11 Agustus 2016, tanpa sempat membersihkan gambar-gambar di tubuhnya.JUDI DOMINO

Leave a Comment