Belajar Berdamai Dengan Hati Untuk Melepaskan

Satukliknews – Kemarin sehabis senja, tidak ada lagi yang terdengar lagi suara darinya. Malam telah berlalu hingga pagi pun datang kembali, masih tetap saja duduk diam di tempat yang sama. Berharap kan datang kembali menyapa. Tapi rasa sabar masih enggan untuk berhenti. Ia masih betah untuk menunggu. Pun sama halnya dengan hati, masih saja menyimpan sejuta harapan. Berharap akan ada kesempatan untuk bertemu lagi. Tapi lagi dan lagi, imajinasi kembali menertawakan. Aku sibuk mengejar sedangkan dia sibuk berlari, bahkan menoleh pun enggan.DOMINO ONLINE

Jujur saja, hati ini juga merasa sangat takut akan berubah menjadi terbiasa tanpa kehadiranmu. Ingin mencoba bertanya kenapa dan menangih sebuah penjelasan, tapi terlalu takut untuk melakukannya. Takut saat aku melakukannya, kamu akan menghilang. Karena itu lebih memilih diam dan menunggu. Ingin rasanya memukul diri sendiri, karena tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi percuma melakukannya, semuanya hanyalah kesia-siaan.

Awalnya saya sudah berfikir hanya sementara saja, karena itu mencoba menyakinkan hati untuk tetap bertahan. Tapi kenyataan berkata sebaliknya. ia benar-benar telah menghilang seperti di telan bumi. Ia pergi dengan membawa setengah hatiku. Ia juga pergi tanpa menawarkan sebuah alasan. Hanya luka dan kenangannya lah yang tinggal. Semuanya telah berubah setelah kepergiannya.

BACA JUGA : 6 manfaat buah kurma untuk berbuka puasa dan kesehatan

Kamu yang telah datang dengan menawarkan sebuah harapan, hingga membiarkan hati ini mekar. Kamu juga mencoba untuk menyakinkan hati. Bahkan kamu juga berhasil membuat hati ini  berada dititik nyaman. Tapi kamu tidak pernah membuat sebuah kepastian. Kamu mengangkatku ke tempat yang tinggi lalu tiba-tiba menghempaskanku begitu saja. Tidak dianggap lagi, dilupakan, diabaikan dan langsung pergi menjauh tanpa pamit. Jika memang ingin membunuh perasaan ini, jangan pelan-pelan tapi langsung tikam saja.Dengan begitu, sakitnya tidak akan berlarut-larut dan tidak meninggalkan bekas.

Perasaan yang begitu sesal, marah, kecewa dan benci tentu saja ada. Ingin rasanya menyalahkan, memaki, mengutuk, tapi aku tidak punya hak untuk melakukannya. Aku tidak bisa marah ataupun membencimu. Karena itu, aku sibuk menyalahkan diriku sendiri. Aku tahu setiap orang mempunyai alasan kenapa harus melakukan sesuatu hal, entah itu alasan yang baik ataupun sebaliknya. Dan alasan tersebut cukup diri sendiri saja yang tahu. Tapi jika di ijinkan, aku menginginkan sebuah alasan darimu. Dengan begitu, aku akan berhenti membuat spekulasi tentangmu, tahu cara mengakhiri kebingungan dan kegundahan, tahu kapan harus berhenti dan bertahan, tahu cara menyikapi perasaan dan diriku sendiri.

Aku juga susah mengakui, memang tidak mudah untuk melepaskan apalagi harus melupakan. Tapi jika aku terus berpengang, itu akan lebih menyakitkan lagi. Karena itu mencoba berdamai dengan hati untuk belajar melepaskan, meskipun setengah hati tak terima. Aku tidak pernah menyesal karena telah pernah mengenalmu. Aku memahami atas pilihan yang kamu buat. Karena setiap orang mempunyai pola pikir yang berbeda. semoga saja memang itu adalah pilihan terbaikmu. Karena tidak semua yang datang untuk tinggal tapi datang hanya memberikan sebuah pelajaran hidup.JUDI DOMINO

Leave a Comment