Cara Mengenal Hiperhidrosis

Satukliknews – Hiperhidrosis ini adalah suatu kondisi dimana seseorang mengeluarkan keringat secara berlebihan. Kondisi ini terjadi tidak diakibatkan oleh suhu yang panas atau aktivitas fisik seperti olah raga. Keringat berlebih dapat muncul pada bagian tubuh seperti, telapak tangan, ketiak, wajah, bahkan telapak kaki.DOMINO ONLINE

Keadaan ini tidak mempengaruhi kesehatan secara serius, tetapi dapat membuat rasa tidak nyaman terhadap penderitanya. Hal ini juga dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri saat berhadapan dengan orang lain.

Gejala Hiperhidrosis
-Gejala atau tanda-tanda yang muncul apabila mengidap penyakit ini yaitu :

-Pada telapak tangan, kaki, dan ketiak akan selalu basah akibat keluarnya keringat.

-Pada bagian yang sering mengeluarkan keringat akan berwarna merah muda atau bahkan putih kebiru-biruan.

-Kulit akan mengalami pecah-pecah terutama pada bagian kaki.

Bagi semua penderita kondisi ini akan cukup mengganggu dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Misal, keringat berlebih pada telapak tangan dapat menyulitkan penderita dalam menggunakan handphone layar sentuh atau dalam kegiatan lain. Merasa canggung atau tidak percaya diri saat akan berjabat tangan dengan orang lain.

Lain halnya pada daerah telapak kaki atau ketiak yang biasanya akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Sehingga membuat penderita merasa cemas dengan kondisinya dan merasa tidak percaya diri untuk bertemu atau berhadapan dengan orang lain.

Penyebab Hiperhidrosis
Belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit hiperhidrosis ini. Berbagai dugaan apakah kondisi ini diakibatkan karena adanya hiperaktivitas pada rantai sistem saraf simpatis yang memiliki tugas sebagai pengendali pembentukan keringat atau adanya hiperaktivitas pada kelenjar keringat itu sendiri.

Akan tetapi ada beberapa kondisi yang dapat menimbulkan seseorang dapat mengeluarkan keringat berlebih :

-Demam. Umumnya seseorang akan mengeluarkan keringat saat mengalami demam. Kondisi ini terjadi karena adanya peningkatan suhu tubuh. Namun, keringat berlebih ini secara perlahan akan menghilang.

-Obat-obat kimia. Ada beberapa jenis obat kimia yang dapat menimbulkan keringat, seperti morfin, aspirin (dalam kasus over dosis obat pereda nyeri), penggunaan tiroksin pada dosis tinggi.

-Mengkonsumsi lebih banyak makanan atau minuman tertentu, seperti makanan pedas dan minuman beralkohol dapat memicu seseorang untuk mengeluarkan keringat.

-Hipoglikemia. Pada kasus gula darah yang cukup rendah terutama diderita oleh penderita diabetes dengan penggunaan insulin. Akan muncul gejala seperti keringat berlebih, gemetar, lemah, dan mual.

-Tuberkulosis. Bagi penderita pengidap penyakit tuberkulosis memiliki ciri salah satunya yaitu mengeluarkan banyak keringat tertama pada malam hari.

-Hipertiroid. Pada penderita penyakit ini, kelenjar tiroid akan menghasilkan sejumlah besar hormon tiroksin. Hal ini dapat meningkatkan kepekaan terhadap panas sehingga akan menghasilkan keringat yang berlebih

BACA JUGA : 3 tips paling jitu agar hubungan kalian bertahan lama dan mesra

-Malaria. Penderita penyakit ini akan mengeluarkan banyak keringat terutama pada kondisi dimana suhu tubuh mulai turun.

Selain dari kondisi yang disebutkan diatas, penderita hiperhidrosis biasanya akan mengeluarkan keringat berlebih pada kondisi yang dapat memicu tingkat emosional, keadaan cemas, bahkan stress. Akan tetapi pada beberapa kasus, keringat berlebih akan muncul secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya.

Cara Mengobati Hiperhidrosis
Keringat berlebih bagi sebagian penderita akan menimbulkan rasa minder, tidak percaya diri, bahkan ada beberapa yang cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya. Kondisi ini bisa menjadi masalah kesehatan yang serius karena mempengaruhi kondisi emosional dan sosial seseorang.

Namun, pada beberapa kasus munculnya keringat berlebih merupakan tanda seseorang terkena kondisi medis yang serius. Periksakanlah diri anda ke dokter apabila kondisi ini cukup mengganggu kegiatan sehari-hari anda. Agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Pemeriksaan yang secara fisik biasanya akan dilakukan oleh dokter. Selain itu apabila dianggap perlu, dokter mungkin akan meminta untuk melakukan tes laboratorium seperti tes darah, urin, maupun tes keringat itu sendiri. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keparahan dari kondisi hiperhidrosis yang diderita.

Pengobatan dapat dilakukan denga pemberian obat-obatan. Dokter mungkin akan meresepkan dan memberikan berbagai obat, seperti :

-Antikolinergik. Obat ini bertujuan untuk menghambat produksi keringat berlebih pada kelenjar keringat.

-Antiperspirant berguna untuk mengontrol keluarnya keringat.

-Antidepresan. Karena kondisi depresi dapat mengakibatkan keringat berlebih, maka dokter mungkin juga akan meresepkan obat ini agar kondisi ini tidak muncul sehingga tidak terjadi keluarnya keringat yang berlebih.

-Suntik botox menggunakan Botulinum toxin. Hal ini bertujuan untuk mempengaruhi ujung saraf sehingga mengurangi pembentukan keringat.

Selain itu, dapat pula dilakukan tindakan pembedahan atau tindakan lainnya seperti :

-Pengangkatan kelenjar keringat. Kondisi ini biasanya dilakukan apabila hiperhidrosis terjadi di ketiak.

-Endoscopic Thoracic Sympathectomy (ETS). Tindakan ini bertujuan untuk menghambat bahkan memotong saraf yang mengontrol produksi keringat, misal pada telapak tangan. Setelah prosedur ini dilakukan telapak tangan tidak akan mengeluarkan keringat berlebih lagi. Namun perlu diperhatikan, dalam beberapa kasus pengeluaran keringat berlebih akan muncul pada tempat yang berbeda.JUDI DOMINO

Leave a Comment