Coba Pola Tidur Yang Unik Yuk Untuk Tubuh Tetap Segar

Satukliknews – Tidur memang merupakan salah satu kebutuhan primer manusia untuk mengistirahatkan tubuh agar dapat kembali segar dan fit beraktifitas. Menurut berbagai artikel dan media, normalnya tidur manusia adalah 7-8 jam sehari, jika kurang dari itu maka  akan tidak baik bagi tubuh sehingga berdampak serius bagi kesehatan. Namun, kebanyakan manusia di era modern saat ini memiliki banyak kesibukan dan tugas yang  tidak memungkinkan untuk tidur 7-8 jam sehari. Tugas kantor, pekerjaan, kuliah maupun sekolah terkadang membuat seseorang harus lembur dan begadang tidak tidur hingga pagi. Alhasil, di pagi sampai siang hari,  badan terasa lemas, tidak bersemangat dan ngantuk pun menyerang. Bila pola hidup seperti ini terus menerus dijalani , maka jelas akan berdampak buruk bagi kesehatan di kemudian hari. Sebenarnya bukan lama waktu tidur yang mempengaruhi, tetapi kualitas tidur yang terpenting. Lantas bagaimana menyiasati agar tidur tetap  berkualitas, namun semua tugas dapat diselesaikan?DOMINO ONLINE

Dilansir dari laman satukliknews, ternyata ada juga loh solusi untuk  mengatasi hal tersebut,  yakni dengan membagi waktu tidur selama beberapa sesi dalam  waktu 24 jam sehari. Pengaturan jadwal  tidur tersebut diperkenalkan oleh Dr. Claudio Stampi dari Italia yang disebut dengan “Tidur Polifasik”  “Berikut pola-pola tidur polifasik yang bisa kita coba dari yang biasa hingga yang sedikit ekstrim. Pola tidur polifasik bisa kita kategorikan  Level Dasar dan pola tidur polifasik Level Ekstrim.

BACA JUGA : kamu masih jomblo yuk coba sisi positive

Pola Tidur Polifasik Level Dasar

1. Pola Tidur Monofasik

Monofasik adalah pola tidur yang umum dan sudah diterapkan oleh banyak orang. Pola tidur ini yaitu dengan menumpuk kebutuhan tidur dalam satu waktu. Waktu tidur yang diperlukan 8 jam dalam sehari, artinya 1/3  dari aktivitas sehari-hari kita dipergunakan untuk tidur.

2. Pola tidur bifasik

Pola tidur yang bifasik yaitu dengan cara membiarkan tubuh tertidur dua kali, siang dan malam. Terdapat dua pendapat mengenai tidur bifasik yang efektif. Pertama, tidur malam 4,5 jam dan tidur siang selama 1,5 jam. Kedua, tidur malam enam 6 jam dan tidur siang selama 1 jam 20 menit. Kedua model tidur bifasik tersebut diyakini memiliki efektivitas lebih tinggi untuk mengistirahatkan tubuh dibanding pola tidur sebelumnya, yaitu monofasik.

3. Pola Tidur everyman

Pola tidur ini membagi waktu tidur dalam sehari menjadi 4-6 sesi. Bila mencoba 4 sesi, maka tidur malamnya 1 sesi menjadi 3,5 jam dan  tidur siang 3 sesi masing-masing selama 20 menit. Kemudian jika memilih 5-6 sesi, maka tidur malamnya menjadi 1,5 jam sedangkan tidur siangnya dibagi dalam  5 sesi yang masing-masing 20 menit waktu tidur.

Pola Tidur Polifasik Level Ekstrim

1. Pola tidur dymaxion

Tidur polifasik pada level seperti ini tergolong ekstrim karena hanya 8,33 %  atau 2 jam dari  24 jam waktu sehari yang digunakan untuk tidur. Pola tidur ini dilakukan dengan cara tidur selama 30 menit pada setiap 6 jam sekali.

2. Pola Tidur Uberman

Total waktu tidur yang dipakai pola uberman memiliki kesamaan dengan dymaxion, yaitu dua jam. Hanya saja kalau uberman ini yang sudah membaginya dalam enam sesi yang durasi tidur tiap sesinya adalah 20 menit. Itu artinya tiap empat jam sekali, kamu harus mengistirahatkan tubuh selama 20 menit.

Demikian beberapa pilihan  cara tidur yang bisa dicoba. Sesibuk apa pun kita, selalu ada cara agar bisa tetap meng-istirahatkan tubuh dengan tidur. Jadi, Pola tidur mana yang ingin Anda coba ?.JUDI DOMINO

Leave a Comment