Jangan Sampai Terjebak Oleh Amisi Hingga Lupa Cara Bahagia

Satukliknews – Ini bukanlah soal yang penting aku bahagia. Tapi memang ini yang namanya bahagia itu relatif. Karena setiap orang punya caranya sendiri untuk menyikapi hidup. Ada yang bahagia karena sejahtera secara finansial, ada yang bahagia karena memiliki kekuasaan, ada juga yang bahagia karena terkenal. Tidak bisa disalahkan ataupun dibenarkan, karena setiap orang punya defenisi tersendiri tentang bahagia.DOMINO ONLINE

Aku juga tidak bisa mendefinisikan ataupun mendeskripsikan tentang bahagia yang sebenarnya seperti apa. Karena bahagia itu hanya bisa dirasakan. Jika bahagia memang harus didefinisikan, aku pikir bahagia itu adalah kamu.

Seseorang yang bisa kuajak untuk duduk bersamaku

Seseorang yang bisa kuajak untuk diskusi bersamaku

Seseorang yang bisa kuajak untuk tertawa bersamaku

Seseorang yang bisa kuajak untuk berbagi bersamaku,

Seseorang yang bisa kuajak untuk bertukar pikiran bersama dan

Seseorang yang bisa membunuh waktu bersama.

BACA JUGA : waspada! mulai sekarang kenali 9 gejala depresi ini

Aku tidak pernah untuk mempermasalahkan soal akan makan apa, entah itu steak atau nasi padang. Aku tidak mempermasalahkan soal akan makan dimana, entah itu di restoran, cafe atau warung kopi. Aku tidak mempermasalahkan soal akan berpakaian seperti apa, entah itu kemeja, kaos, pantofel, high heels atau sandal jepit. Aku tidak mempermasalahkan soal akan pergi kemana, entah itu ke gunung, ke pantai atau ke mall. Aku tidak mempermasalahkan soal akan naik apa, entah itu motor, mobil atau sepeda onthel.

Bukan tidak ingin makan yang mewah, berpakaian mewah, bepergian menggunakan kendaraan mewah. Tapi memang semakin kita dewasa hal-hal seperti itu bukanlah yang terpenting tapi soal dengan “siapa”. Bahkan kata “siapa” pun menjadi soal kebahagiaan kita. Membuat kriteria-kriteria tentang “siapa” yang pantas. Ada yang menginginkan harus punya rumah dan mobil mewah, ada yang ingin pintar dan lulusan sarjana, bahkan ada yang ingin punya agama seiman. Semuanya berhak membuat kriterianya masing-masing.

Boleh saja sih mempunyai kriteria tinggi ataupun sebaliknya, tapi tetap harus intropeksi diri. Apakah kamu pantas dan bisa menjamin membuatnya bahagia?. Aku tahu pasti semua orang pasti ingin hidup bahagia. Siapa yang tidak ingin hidupnya mewah, siapa yang tidak ingin punya rumah dan mobil mewah, siapa yang tidak ingin jalan-jalan keluar negeri, siapa yang tidak ingin makan mewah setiap hari, siapa yang tidak ingin punya pasangan setia, cantik, kaya raya, semuanya pasti menginginkannya. Tapi jangan sampai lupa caranya bahagia karena ingin memenuhi kriteria tersebut.

Jika sudah ditanya mengenai hal finansial, kekuasaan dan ketenaran, pasti setiap insan menginginkannya. Tapi dibandingkan dengan semuanya itu, ada satu hal yang paling kita butuhkan. Seseorang yang membantu kita meraih mimpi-mimpi, seseorang yang selalu mendorong dan mendukung segala tindakan, seseorang yang saling menguatkan dan mengingatkan, seseorang yang saling mendengarkan dan memahami, seseorang yang bisa membuat kita tidak lupa caranya menikmati hidup. Tentu saja ini adalah bahagia menurut versi ku. Kalau kamu punya versi lain, aku tidak peduli. Karena yang namanya bahagia itu relatif.JUDI DOMINO

Leave a Comment