Kenali Yuk Gejala-Gejala Dari Kolera

Satukliknews – Kolera ini merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh adanya bakteri Vibrio cholera yang menjangkiti saluran usus penderita. Penyakit kolera ini umumnya bersifat akut dan bakteri dapat masuk ke dalam saluran usus melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri ini. Di dalam usus, bakteri ini akan mengeluarkan racunnya yang bernama enterotoksin. Enterotoksin inilah yang dapat mengakibatkan seseorang terkena diare (diarrhoea) yang desertai dengan muntah yang hebat.  Kondisi ini dapat membuat seseorang kehilangan cukup banyak cairan tubuh dan dapat diperparah jika telah memasuki kondisi dehidrasi hebat.

Kondisi dehidrasi yang tidak tertangani lagi dengan cepat akan mengakibatkan muncul kondisi medis lain, yaitu hipovolemik dan asidosis metabolik. Kondisi tersebut dapat terjadi dalam waktu yang relatif cukup singkat dan terkadang pula pada kasus yang berat dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan benar. Seseorang yang telah memasuki kondisi dehidrasi, dengan pemberian air minum biasa tidak akan membantu. Penderita kolera dengan kondisi dehidrasi membutuhkan cairan infus berupa cairan gula atau Dextrose serta garam atau normal saline dan bisa juga cairan infus yang memiliki kandungan keduanya (Dextrose Saline).

Penyakit kolera ini juga merupakan salah satu penyakit yang menular. Penularan dapat terjadi melalui air yang telah terkontaminasi oleh bakteri yang disebarkan melalui tinja si penderita. Penyakit ini juga dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.DOMINO ONLINE

Gejala Kolera

Seseorang yang baru saja terinfeksi oleh bakteri ini mungkin belum menimbulkan gejala atau tanda-tanda apapun. Seseorang akan mengalami gejala setelah kurang lebih 2-3 minggu setelah terinfeksi. Penderita akan dengan tiba-tiba mengalami diare serta muntah yang hebat. Agak sulit membedakan diare yang diakibatkan oleh bakteri kolera dengan penyakit lain, akan tetapi biasanya penderita kolera akan terlihat pucat.  Namun, secara umum penderita akan mengalami gejala atau tanda-tanda seperti berikut :

Terjadi diare yang berulang dan dalam jumlah yang cukup banyak

Terjadi diare tanpa diawali rasa mulas di perut

Feses mengalami perubahan warna menjadi putih sepert air cucian beras

Mual dan muntah

Kejang pada otot bagian perut

Dehidrasi

Mulut akan terasa kering

Aritmia atau adanya gangguan pada irama jantung

Tekanan darah rendah

Volume urine yang keluar cukup sedikti

Kulit terasa kering

Apabila anak-anak mengalami penyakit kolera ini maka akan lebih rentan untuk terkena hipoglisemia dimana kadar gula darah cukup rendah. Hipoglisemia ini juga dapat mengakibatkan anak hilang kesadaran, kejang-kejang, atau bahkan yang lebih parah dapat mengakibatkan koma.

Untuk itu bagi orang dewasa ataupun anak-anak mengalami gejala atau tanda-tanda seperti yang telah disebutkan di atas. Maka segeralah untuk periksakan diri ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Apabila penyakit ini tidak ditangani dengan baik juga akan menimbulkan beberapa komplikasi seperti :

Terjadinya gagal ginjal karena hilangnya kemampuan menyaring dan menyebabkan banyaknya cairan serta elektrolit yang keluar dari tubuh. Tak hanya itu kondisi syok juga sering muncul pada penderita kolera yang mengalami gangguan atau gagal ginjal

Kekurangan kalium atau hipokalemia

Kadar gula darah yang rendah atau hipoglisemia

Penyebab Kolera

Penyebab utama dari penyakit ini adalah bakteri Vibrio cholerae. Dimana di dalam tubuh seseorang bakteri ini akan mengeluarkan atau memproduksi racun enterotoksin (CTX) dimana racun ini memiliki potensi besar di usus, terutama usus kecil. Bakteri serta racun ini akan menempel pada dinding usus dan mengakibatkan terganggunya aliran mineral sodium dan klorida. Kondisi ini pada akhirnya mengakibatkan tubuh seseorang mengeluarkan air dalam jumlah yang cukup besar dan dapat mengakibatkan orang tersebut kekurangan cairan elektrolit dalam tubuh. Pengeluaran jumlah air tersebut dalam bentuk diare dan muntah.

Dalam kehidupannya, bakteri ini memiliki dua kehidupan yaitu di tubuh manusia dan di luar tubuh manusia atau di lingkungan. Di dalam tubuh manusia, bakteri ini dapat menularkan ke orang lain melalui air yang telah terkontaminasi oleh tinja si penderita. Bakteri ini tentunya dapat berkembang biak dengan baik apabila persediaan air dan makanan terpenuhi. Tak hanya itu bakteri ini juga dapat berkembang biak di lingkungan kuar terutama di darah pinggir pantai. Biasanya di perairan pinggir pantai ini terdapat cukup banyak krustasea yang bernama copepoda. Copepoda inilah yang menjadi tempat alami bagi bakteri kolera dan mengambil makanan dari inangnya.

BACA JUGA : hey proses melahirkan bukan tontonan

Beberapa sumber infeksi kolera, diantarnya :

Makanan laut terutama kerang yang dimakan mentah atau tidak dimasak dengan matang

Bakteri kolera ini dapat bertahan cukup lama di air dan dapat mencemari sumur-sumur yang digunakan oleh masyarakat sekitar

Seseorang yang mendapati infeksi kolera ini dapt bersumber dari sayuran serta buah-buahan mentah. Nasi yang dimasak dengan air yang tercemar juga dapat menjadi sumber infeksi apabila didiamkan di dalam suhu ruang selama beberapa jam

Lingkungan yang tidak atau belum memiliki sanitasi yang memadai juga dapat menjadi sumber infeksi bakteri kolera ini.

Terdapat beberapa resiko yang meningkatkan sesorang terjangkit penyakit kolera, diantarnya :

Sesorang yang sudah tinggal serumah dengan penderita yang mengalami kolera dan tidak memperdulikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar

Sesorang dengan kadar asam lambung yang rendah akan cenderung mengalami atau cepat terinfeksi kolera

Cara Mengatasi Kolera

Seseorang yang bisa mengalami kolera atau muncul gejala serta tanda-tanda segeralah periksakan diri ke dokter. Langkah awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti melihat gejala atau tanda-tand ayang muncul. Selanjutnya untuk lebih memastikan, dokter akan meminta penderita untuk melakukan tindakan pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan sampel feses.

Beberapa langkah berikut ini juga dapat dilakukan untuk penanganan darurat saat mengalami kolera :

Pemberian oralit. Oralit ini diberikan untuk mneggantikan cairan dan elektrolit yang telah hilang

Bagi penderita yang mengalami dehidrasi parah, maka akan diberikan infus

Pada anak-anak, umumnya akan diberikan suplemen seng untuk meredakan diare

Penderita juga biasanya akan diberikan antibiotik yang berguna untuk mengatasi diare serta mengurangi jumlah bakteri dalam tubuh.

Pencegahan Kolera

Layaknya pepatah yang sering kita dengar “Lebih Baik Mencegah Dari Pada Mengobati”, maka berikut juga akan diberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan guna untuk mencegah terjangkitnya penyakit kolera :JUDI DOMINO

Leave a Comment