Kenali Yuk Lebih Dekat Gangguan TIC

Satukliknews – Pernahkah Anda dan sering sekali untuk mengedipkan mata berulang kali? Atau orang yang menggerutu tanpa alasan? Jika iya, kemungkinan Anda terduga memiliki gejala TIC. Apa TIC itu?

TIC didefinisikan sebagai gerakan motorik yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vokal yang timbul mendadak dan tidak ada tujuannya yang nyata. Gangguan ini biasanya menetap selama hidup.DOMINO ONLINE

TIC merupakan kelompok gangguan neuropsikiatrik yang umumnya dimulai pada masa anak-anak atau remaja dan dapat memburuk atau membaik sepanjang waktu. Anak dan remaja dapat menunjukkan perilaku TIC yang terjadi karena suatu stimulus atau sebagai respons terhadap dorongan internal.

Beberapa hal yang sudah didapatkan oleh penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan TIC terjadi akibat dari saling mempengaruhi antara faktor-faktor genetik, neurolobis, psikologis, dan lingkungan.

Secara garis besar TIC dibagi menjadi dua, yaitu TIC Motorik, TIC Vokal, TIC Campuran.

TIC Motorik merupakan gerakan berulang-ulang yang melibatkan kelompok otot dengan jumlah terbatas maupun beberapa otot sekaligus. TIC yang melibatkan sebagian otot disebut simple tics sedang TIC yang melibatkan sebagian besar otot adalah complex tics.

Contoh simple tics antara lain mengedipkan mata berulang-ulang, membuka mulut, mencibir, mengedutkan mulut, mengangguk-anggukkan kepala, atau menggeleng-gelengkan kepala. Contoh complex tics antara lain menyentuh, mengulang pergerakan suatu benda, memutar badan, meloncat-loncat.

TIC Vokal merupakan TIC dengan membuat suara-suara yang turut melibatkan otot, baik simple atau complex.

Contoh dari TIC Vokal antara lain, anak suka menggerutu tanpa alasan, mengulang-ulang perkataannya sendiri atau mengulang perkataan orang lain, membuat suara menyerupai binatang, dan batuk-batuk.

Gangguan dari TIC campuran (Motorik dan Vokal Multiple) merupakan gangguan yang paling berat. Gangguan ini biasanya disebut dengan sindrom Tourette. Sindrom ini memiliki angka prevelensi seumur hidup 0.5/1000 individu yang artinya merupakan kondisi yang sangat jarang pada anak. Namun, sangat jarang bukan berarti tidak ada.

Sindrom Tourette ini selalu hampir terjadi pada anak-anak atau remaja. Biasanya penderita memiliki riwayat TIC Motorik sebelum timbul TIC Vokal. Sindrom ini memburuk pada usia remaja dan menetap sampai dewasa.

TIC yang seperti ini juga merupakan gejala utama dari sindrom Tourrete yang dilakukan tanpa sengaja. Perilaku TIC ini juga tidak pernah loh memiliki tujuan apa pun karena penderita juga tidak mampu mengendalikan kemunculannya. Seperti TIC yang berulang-ulang, hardikan dan dengkuran yang kompulsif, atau berteriak dengan kata-kata jorok. Anak laki-laki, 3-4 kali lebih sering terkena dibandingkan anak perempuan.

BACA JUGA : 6 hal yang bikin kamu keingat dia terus

Jangan keliru membedakan TIC dengan tipe-tipe gerakan motorik abnormal lainnya yang memiliki riwayat kondisi medis secara umum. Sebagai contoh, Stroke, penyakit Wilson, atau gerakan-gerakan tidak normal yang disebabkan pengaruh langsung zat kimia.

Gejala TIC pada umumnya tidak terlalu terlihat. TIC bahkan dapat timbul tenggelam dalam satu tahun. Tapi pada penderita Sindrom Tourrete, gejala yang nampak lebih komplek dan terjadi lebih dari satu tahun. TIC dapat bertambah parah jika penderita mengalami stres, kecemasan, kelelahan, atau sebaliknya yaitu terlalu bersemangat.

Meski gangguan TIC ini sangat jarang terjadi, namun ketika Anda menemui penderita TIC, maka berilah dukungan kepada mereka. TIC bukanlah gangguan yang mengurangi kepintaran atau mengurangi jangka waktu hidup penderitanya. Penderita TIC masih dapat berprestasi dan sukses selama mendapat dukungan dari lingkungan. Karena gangguan TIC dapat membaik dan memburuk seiring bertambahnya usia, maka penderita TIC memerlukan perawatan lanjutan.JUDI DOMINO

Leave a Comment