Kisah Cinta Pertamaku

Satukliknews – Dari sebelum aku masuk SMP, aku sudah mendengar banyak banget kabar angin

mengenai seorang murid lelaki yang sangat pintar di sekolah tersebut.

Sebut saja dia Tias.DOMINO ONLINE

Semakin aku mendengar ceritanya, semakin aku penasaran dengan sosok orang itu.

Hari pertama aku masuk, aku belum paham betul dengan kepintarannya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, aku bisa mengerti bahwa Tias memanglah lelaki yang pandai.

Tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan kepintarannya di angakatan kami.

Aku tidak begitu mengingat sih bagaimana awal perbincangan kami dimulai.

Namun, yang ku tahu kami mengenal begitu saja dan kami bisa berbincang dengan cukup nyaman.

Kala itu teknologi belum secanggih sekarang. Aku menggunakan handphone yang hanya bisa SMS dan Telepon.

Tiba-tiba suatu hari, ada SMS masuk dari nomor yang tidak dikenal.

Awalnya aku hanya menjawab, “ini siapa ya?”

Dan balasannya, “ASIT”.

BACA JUGA : Inilah pengaruh air es pada janin dan ibu hamil

Aku mencoba memutar otak, mengingat-ingat nama teman yang pernah ku kenal.

Setelah ku telaah, ternyata maksud dari ASIT adalah TIAS yang dibalik.

Aku sangat terkejut. Entah darimana ia bisa mendapatkan nomor teleponku.

Memang sudah harus ku akui. Semakin lama, aku menjadi senang melihat wajahnya. Senang mendengar setiap ucapan yang dia utarakan.

Senang melihat setiap tingkah konyol yang ia lakukan.

Orang tua Tias juga membuka usaha Laundry. Tanpa ku ketahui, orang tuaku mengenal baik keluarga Tias.

Suatu hari ibuku memintaku untuk mengambil cucian dirumah Tias.

Aku begitu terkejut sekaligus senang.

Ku ajak saudara perempuanku, ku goes sepeda mini-ku dengan perasaan bahagia.

Setiba aku sudah didepan gerbang rumahnya, aku merasa perasaanku campur aduk.

Senang, Takut, Gelisah, semua bercampur menjadi satu.

Ku tekan bel dan terdengar bunyinya sampai keluar.

Kami menunggu sekitar 5 menit.

Tidak ada jawaban.

Aku mendesah kecewa, ternyata hari ini tidak bisa bertemu dengan Tias.

Tiba-tiba dari atas, terdengar suara halusnya.

“Stefani!”

Aku menoleh keatas dan dia tersenyum manis kearahku.

Kami terdiam untuk beberapa saat.

“Sebentar akan kubukakan pintu,” katanya setelah menyadari bahwa kita telah bertatapan untuk beberapa saat.

Dua ekor anjing yang terus menerus menggongong kencang ketika Tias membukakan pintu gerbangnya.

“Aku mau mengambil cucianku, ini notanya.”

Dia tersenyum dan mengambil nota yang ku berikan.

“Baik, tunggu sebentar ya, masuk saja kedalam.”

Setelah mengambil cucianku, aku izin pamit pulang, dengan perasaan senang tentunya.

Ketika hari kasih sayang tiba, disekolah kami diadakan hari Valentine.

Setiap murid diwajibkan untuk memberikan coklat kepada teman lawan jenis.

Pada saat itu, sudah bisa dipastikan bahwa aku akan memberikan coklat tersebut kepada Tias.

Namun aku sangat ragu untuk memberikannya.

Takut bahwa hal itu akan membuatku malu.

Tanpa disangka, Tias juga memberikan coklat loh kepadaku.

Sebuah coklat berukuran sedang dengan pita pink diatasnya.

Aku tersenyum, mengucapkan terima kasih dan memberikan coklat yang juga telah kupersiapkan.

Semenjak saat itu, aku paham akan satu hal.

Aku telah jatuh cinta, untuk pertama kalinya.JUDI DOMINO

Leave a Comment