Mapan dan Rupawan Bukan Jaminan Membahagiakan

Satukliknews – Masing-masing semua manusia dalam kehidupannya pastilah memiliki pilihan dan tujuan sendiri yang ingin dia juga sudah capai karena menurutnya dengan menggapai semua itu dia bisa mendapatkan bahagia yang sesungguhnya. Setiap hal yang menurutnya kelak bisa membawa dampak baik dan membuatnya senang untuk menjalani semuanya akan ia pilih sebagai suatu langkah yang akan kita usahakan untuk bisa mendapatkannya. Begitupun dengan kita sendiri yang pastinya memiliki tujuan dan angan dalam kehidupan ini yang ingin kita wujudkan untuk kelak kita berharap bahagia darinya. Termasuk memilih pasangan hidup, semuanya adalah mengenai kenyamanan dan cinta yang dihadirkan kedalam pribadi kita sendiri. Tak aka nada yang bisa memaksa dan melakukan intervensi atas setiap langkah dari rasa ini. Cinta bukan saja tentang bagaimana kita mendapatkannya lalu usai setelah kita bisa mencapainya, namun semuanya tentang rasa dalam hati ini dan bagaimana kelak ketulusan bisa menjaga jalannya rasa untuk bisa membangun bahagia bersama di masa depan. Mungkin memilih sosok untuk dijadikan pasangan hidup bukanlah hal yang salah karena pastinya kita tak ingin dikecewakan dengan pilihan kita sendiri. Kita hanya ingin memiliki sosok yang siap mendampingi bukannya yang menghadirkan kecewa di hati. Dari situlah mungkin muncul beberapa diantara kita yang mematok standar atau kriteria tertentu dalam menentukan pasangan hidupnya. Ada yang menginginkan sosok yang sudah mapan, rupawan, yang bisa mengabulkan segala keinginannya dan semua hal yang bisa membuatnya bahagia. Namun di sisi lain ada yang lebih berfokus pada membenahi pribadinya sendiri, karena dia merasa bahwa jodoh bukanlah tentang pilihan semata melainkan ketentuan Tuhan dimana kita pasti akan mendapatkan pasangan yang memang sesuai dengan kepribadian kita.

Yang perlu kita ketahui lebih jelas lagi bahwa tidak selamanya sosok dengan tampang rupawan, dengan harta yang bergelimang, kehidupan mapan itu selalu bisa menghadirkan bahagia. Terkadang orang yang idealis dengan pemikiran ini berkata terlalu munafik bila cinta tak butuh harta. Benar sekali kalau harta itu adalah penunjang dalam kita menjalankan kehidupan, namun bukan ukuran kita bisa berbahagia dengan seseorang. Ingat hanya sekedar penunjang saja. Namun kembali lagi bahagia atau tidaknya kehidupan kita dengan pasangan kita adalah persoalan pribadi yang menjadi pilihan masing-masing. Ketika kita kekurangan akan materi mungkin bisa diusahakan bersama untuk mencari namun bagaimana jika yang tidak kita miliki adalah kebahagiaan hati bersama dengan pasangan? Akankah kita bisa menggantinya begitu saja. Disinilah peran logika dan hati berjalan seiringan untuk bisa menentukan pilihan mana yang nantinya tak akan mengecewakan.DOMINO ONLINE

BACA JUGA : Terlalu mencintai hanya akan berujung patah hati

Kembali lagi bahwa semuanya itu adalah kembali kepada pilihan dan definisi kita masing-masing yang mempunyai pilihan dalam hidup. Yang jelas bahwa kekayaan materi dan fisik bukanlah jaminan kita untuk bisa berbahagia dengan pasangan kelak. Bukan berarti kita tak butuh namun itu semua bukanlah jaminan untuk bisa menjalin cinta yang berlangsung lama. Apa artinya kaya materi namun tak pernah memberikan rasa setulus hati, untuk apa rupawan bila cinta hanya dijadikan pelampiasan. Ada baiknya kita bersama mengusahakan, karena dengan demikian kita tahu apa artinya saling melengkapi kekurangan dan betapa hebat rasanya memperjuangkan.JUDI DOMINO

Leave a Comment