Mengejutkan Sekali Ternyata Bantal Pertama Kali Dibuat Dari Bahan Ini

Satukliknews – Kapan terakhir kali Anda menggunakan bantal ?Jawabannya sudah pasti “Tadi Malam”.

Ya, hampir semua orang sih sudah membutuhkan media empuk untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Mulai dari kasur, Guling, dan pastinya bantal.DOMINO ONLINE

Bantal yang begitu empuk membantu orang untuk memperoleh suasana tidur yang kondusif dan nyaman sehingga orang tersebut merasa tempat tidurnya memadai untuk digunakan sebagai tempat beristirahat.

Namun, jika kita menengok sedikit ke masa lalu, ternyata manusia mengenal bantal bukan sebagai bantal yang empuk dan berisi material lembut seperti kapas, kapuk, atau kain lembut. Bantal yang kita kenal saat ini adalah bantal modern yang sudah berevolusi.

Bantal menurut beberapa penelitian sudah ada sejak 7000 sebelum Masehi, tepatnya pada awal Mesopotamia. Peradaban ini membuat bantal dari batu yang bertujuan agar serangga tidak merayap masuk ke telinga penduduk yang lebih makmur.

Artinya, bantal yang tidak nyaman sekalipun, pada masa Mesopotamia dianggap sebagai perlengkapan tidur bagi para bangsawan.

Di peradapan China yang begitu Kuno, mereka membuat bantal dari benda-benda yang keras seperti Porselen, batu, perunggu, bambu dan Kayu. Mereka menganggap bantal tidak hanya sekedar pengganjal kepala melainkan juga sebagai perhiasan yang mewah. Saat ini bantal-bantal kuno ini sudah menjadi barang-barang incaran para kolektor.

BACA JUGA : 9 sifat yang harus dihindari oleh laki-laki

Di Jepang para Geisha menggunakan bantal dari materi keras seperti kayu atau batu yang seukuran dengan kepala an digunakan untuk menahan kepala saat tidur dimalam hari. Bantal itu tidak hanya bertujuan untuk kenyamanan tidur, melainkan agar tatanan rambut mereka dapat bertahan dari hari ke hari. Bahkan, disekitar bantal tersebut ditaburi beras sebagai penanda jika kepala mereka merosot dari bantal secara tidaksadar, hal tersebut dapat diketahui pada pagi harinya.

Bantal yang empuk nan nyaman baru dikenal pada masa raja-raja orang Yunani dan Romawi kuno yang memiliki gagasan lebih baik tentang kenyamanan tidur. Mereka membuat bantal deri kapas, ilalang, atau jerami. Dari sinilah revolusi menuju bantal modern bermula.

Sayangnya pemahaman abad pertengah ketika itu menganggap bahwa laki-laki yang tidur dengan menempelkan kepalanya pada bantal adalah lambang kelemahan. Saat itu yang boleh berbantal empuk hanyalah wanita-wanita hamil dan sang Raja.

Baru kemudian pada masa Revolusi Industri, akhirnya setiap orang dapat menikmati bantal empuk seperti yang kita nikmati saat ini.JUDI DOMINO

Saat ini, bantal terus berkembang tidak hanya dari Kapas atau Randu saja. Bahkan ada bantal yang terbuat dari Jel, bantal balon yang berisi angin, dan masih banyak lagi.

Pada prinsipnya dari masa ke masa manusia memiliki ukuran yang terus berevolusi tentang arti “kenyamanan” dalam istirahat. Bagaimana ukuran kenyamanan untuk anda ?

Leave a Comment