Menyenangkan Bisa Menikmati Masa Kini Bersamamu

Satukliknews – Terjebak dalam keadaan yang sekarang bersamamu, sebenarnya hal paling menyakitkan yang sedang aku nikmati. Menikmati setiap ukuran beserta perkembangannya yang selalu membuatku nyaman. Entah bagaimana perasaan itu tumbuh begitu saja, tanpa pertimbangan bahwa sudah jelas akan menyakitkan bagi kita. Entah hanya perasaanku saja yang menyakitkan atau kita berdua yang memang positif merasakan demikian. Sebenarnya terlalu munafik bila aku menyebutnya menyakitkan. Kataku demikian, hanya menutupi sebuah penyangkalan yang selama ini menyala-nyala. Penyangkalan akan rasa menyenangkan yang seketika dimodifikasi menjadi rasa menyakitkan yang terlalu dibuat-buat dan penuh dengan drama. Entah bagaimana yang aku rasa sekarang sepertinya kita sedang terjebak dalam situasi yang kita ciptakan, lalu dinikmati hingga berlama-lama terasa begitu menyenangkan.

Entah hanya aku saja ya yang terlalu perasa atau sebaliknya. Kau sejenak berlama-lama dan menyenangi situasi yang kita ciptakan, aku juga demikian namun sedikit-sedikit mudah gelisah dengan kenyataan yang menghinggapi kehidupan kita berdua. Bagaimana mungkin aku bisa semunafik ini merasa gelisah? Aku juga sering menegur diri sendiri dengan menyatakan bahwa jangan berlebihan menilai situasi ini bahkan jangan berlebihan merasa gelisah untuk hal yang tak penting-penting juga bila dipikirkan. Yang aku gelisahkan juga seputar bagaimana nanti kita berdua bisa berubah pikiran bila sudah tak bisa lagi saling melepaskan. Katamu, pikiranku terlalu jauh ke depan. Bukan seperti itu maksudku, aku hanya berpikir ke depannya dengan segala kemungkinan yang terjadi. Atau kau pikir aku terlalu banyak menggunakan hati untuk berpikir? Sepertinya anggapanmu benar. Aku pikir bahwa hati memang harus diikutsertakan dalam hal berpikir supaya ada rasa yang terasa di setiap keputusan yang diambil.DOMINO ONLINE

BACA JUGA : penemuan aneh tentang telepon 1200 tahun

Belakangan ini aku berpikir bahwa ternyata kita berdua sudah berpikir bahwa tak bisa terlepaskan, katamu padaku. Aku hanya selalu mengatakan dengan menyertakan kehendak Tuhan di setiap kesempatan kita bercengkrama soal hal ini. Sebenarnya aku berpikir bahwa pikiran itu terlalu jauh di depan mata, bahkan jika kita berlari mengejarnya pun dia akan semakin berlari. Kau mengerti maksudku kan?. Malah sekarang kau yang kelihatan memikirkan hal-hal yang sangat jauh di depan mata. Kau bilang padaku, jika pikirkan saja yang sewajarnya. Dan sekarang sudah aku lakukan demikian, ya tentu saja berpikir sewajarnya. Bagaimana nanti bila kita sudah tak bersama, bagaimana nanti kita saling tak menyapa, bagaimana nanti kita menolak setiap kenyataan yang pernah kita ciptakan, bagaimana nanti kita meretas gunda yang menggunung di dada dan bagaimana nanti selanjutnya. Kau cukup dewasa untuk menanggapi pemikiranku yang sekarang berbalik arah sepertimu, dahulu. Kau selalu memenangkan aku dengan menenangkan, bahkan tak ada janji yang akan kau ucapkan di penghujung angan-angan kita. Katamu, bila sudah waktunya semuanya nanti akan terwujud. Lantas aku tidak tahu semuanya apa yang kau maksud, serta nanti kapan yang mana yang akan terwujud.

Semangkuk penuh kepercayaanku yang dulu itu sudah tak bisa diukur lagi, sekarang. Mungkin kepercayaan itu sudah berlimpah ruah hingga tak mampu tertampung lagi padamu. Entah bagaimana bisa semangkuk dulu itu terkumpul, tapi terus saja terbukti kau mampu menciptakannya padaku di setiap lakumu. Harus aku akui bahwa magnet yang kau punya mampu menarikku dengan sangat kuat hingga semuanya hilang kendali. Entah seperti bagaimana harus aku ungkapkan, bila narasi ini tertulis beratus-ratus halaman pun pasti takkan cukup untuk menampung seluruh laku istimewa darimu padaku. Setelah aku berpikir sejenak menyangkut apa yang kita katakan, aku tahu bahwa lebih nikmat untuk menikmati masa kini daripada berpikir sakit untuk berpikir soal masa mendatang. Lebih istimewa pula semakin bertambah-tambah merasa saling memiliki di masa kini. Soal nanti, entahlah. Itu masih rahasia yang sulit diungkapkan. Rahasia itu akan terbuka atau terungkap seiring berjalannya waktu. Karnanya di masa kini, aku hanya ingin menikmati semuanya tanpa terkecuali. Aku ingin menikmatinya dengan tanpa terkendali, soal nanti biarlah menjadi urusan mendatang. Aku cukupkan diriku dengan yang sekarang.JUDI DOMINO

Leave a Comment