Senyum-Senyum Sendiri Itu Adalah Bukti Cinta Paling Nyata Lho

Satukliknews – Aku tahu bahwa cinta kita itu sangat berat. Tapi aku pastikan kalau cinta kita masih hidup. Dengan seringnya aku senyum-senyum sendiri di tengah aktivitasku. Terima kasih sayang, karena di balik kejadian berat yang menimpa kita akhir-akhir ini, ternyata cinta masih hidup di relung sanubari.DOMINO ONLINE

Memang tidak ada yang lucu. Tapi aku ingin tersenyum. Tertawa tanpa sebab yang jelas. Apakah aku sudah mulai “gila”, sayangku? Entahlah, kupikir perbedaan waras dan gila dalam hal mencintai amatlah tipis.

Tempo seperti hari aku menulis surat cinta untukmu. Tapi kemudian aku menghapusnya lagi. Karena ternyata situasi di antara gila dan waras dalam mencintai ini, membuatku kesulitan merangkai kata-kata. Bukankah memang seseorang yang sedang kasmaran layaknya orang yang sedang mabuk? Jadi terkendala soal bahasa. Aku cuma bisa senyum saja.

Aku memang dulu sesosok yang romantis. Sebelum kita benar-benar bersatu dan saling mengenal. Kukirim serangkai bunga-bunga cinta dalam emoticon maupun puisi. Aku begitu gamblang bilang “I love you”. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini wujud perasaanku sedikit aneh. Terasa lebih dalam, bagaikan aliran sungai besar yang melintas di dekat rumahku.

Sungai besar itu tenang airnya. Tapi ternyata sangatlah dalam. Tak seperti sungai kecil yang beriak karena bebatuan, ini dangkal. Mungkin begitu, cintaku padamu sudah bertransformasi menjadi sebuah sungai cinta yang dalam, mewakili kedalaman perasaanku padamu.

Aku bahkan sudah sampai berpikir untuk mengumpulkan lirik lagu cinta. Atau membeli novel-novel romansa cinta yang sebenarnya bukan seleraku. Karena aku mulai khawatir pada diriku. Mengapa verbalku terasa mati untuk meluapkan dengan bahasa lisan maupun tulisan. Padahal aku merasakan kebahagiaan yang nampak lucu hingga aku senyum-senyum sendiri.

BACA JUGA : 3 keanehan film jav yang harus kamu tahu

Beberapa kali Ibu juga langsung menangkap basah aku sedang senyum-senyum sendiri. Ini sungguh mendadak. Aku khawatir, kalau memang jangan-jangan aku sudah gila, sayang! Gila karena memikirkanmu selama ini. Mengharapkanmu jadi pasangan hidupku selamanya. Atau memang sebenarnya ini hanyalah bukti bahwa aku memang mencintaimu, makanya aku tersenyum dan tertawa?

Tapi sayang sekali, apa kau juga mau tahu, apa yang membuatku senyum-senyum sendiri? Itu karena kamu. Semuanya yang kamu lakukan. Segala sikapmu. Dan bayang-bayang parasmu yang menghantuiku, itu benar-benar mendadak bikin bibirku merekah. Meski bola mataku masih berat, sisa tangisan tempo hari karena peperangan kita. Tapi aku tidak bisa menahan rekahan senyum ini.

Sayangku, bolehkah aku minta satu hal kepadamu? Aku ingin suatu hari digendong di punggungmu. Dan kita berlarian di pantai yang berpasir putih. Maukah kau membuatku bisa berkata-kata lagi? Bukankah sudah kukatakan pada dasarnya aku ini cerewet. Aku sungguh takut sayang.

Takut, kalau-kalau kedewasaan cintaku padamu, justru membuatku jadi seorang pendiam yang tersenyum di balik rasa sakit. Aku tidak mau menjadi gadismu yang begini. Yang senyum-senyum sendiri, tapi susah mengungkapkan apa penyebabnya.

Haruskah aku tanyakan pada dokter spesialis kejiwaan yang buka kantor di pinggiran kota itu? No… sayang! Aku sudah kapok datang ke sana karena masalah cinta. Lagipula aku yakin, kalau aku masih waras. Senyum-senyum sendiri adalah bukti paling nyata dari cinta. Dan ini adalah wujud bahwa batinku hidup. Bahwa kau berhasil menafkahi batinku, meski kita sering bertengkar.

Terima kasih sayangku Karena kau, aku merasakan hatiku hidup. Dan karena kaupula terkadang hatiku mati. Aku berharap Tuhan menjaga dan meridhoi cinta kita. Karena aku ingin selamanya bersama. Ijinkan aku tersenyum berdua bersamamu, agar aku tak bingung: apakah senyum-senyum sendiri merupakan pertanda gila atau pertanda jatuh cinta?JUDI DOMINO

Leave a Comment