Tidak Semua Pernikahan Itu Membuahkan Kebahagiaan

Satukliknews – Tentu saja jika sebagai makhluk Tuhan yang berakal sehat, pastilah kita mengidamkan sebuah pernikahan. Apalagi pernikahan dengan seorang yang benar-benar kita sayangi. Jalan dan garis hidup manusia ya pernikahan, agar terus berjalan perjuangan kita yang bisa diteruskan oleh keturunan.DOMINO ONLINE

Untuk anda yang ingin menuju ke sebuah pernikahan, tentu kita mengalami perjalanan kecil dahulu, seperti berkenalan, PDKT, pacaran. Sebuah perjalanan kecil yang cukup lama, untuk saling mengenal, memahami satu sama lain dan mencari sebuah kecocokan. Jika sudah merasakan kecocokan dan bisa saling memahami, untuk apa berlama-lama pacaran? Menikah lah sekarang. Puncak suatu hubungan adalah pernikahan. Ya, walaupun tidak semua orang merasa adanya kebahagiaan setelah menikah, bahkan ada yang merasa jika fase pacaran lah yang lebih menyenangkan atau membahagiakan.

Patah hati ini juga bukan tentang kekasih yang menikah dengan orang lain ataupun tragedi perjodohan orang tua. Namun, tentang sifat kekasih yang berubah setelah pernikahan. Bahkan hati lelaki yang terkenal kuat pun akan terpatah-patah oleh hal ini. Pernikahan, puncak kebahagiaan, membawa luka yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sungguh dalam dan kejam. Menjadi pengecut, berlari sejauh mungkin dari hal ini tidaklah mengobati luka yang semakin mendalam. Namun, bertahan dalam rasa sakit ditempat dan orang yang sama, seorang yang telah berubah, hanya akan menambah sesak di dada.

BACA JUGA : untukmu seseorang yang kini belum juga ditakdirkan bersama

Lelaki yang sangat menyedihkan ini bisa kita sebut suami, karena dia telah menjalankan pernikahan dengan kekasih tercintanya. Memberikan segala perasaannya, menanam harapan, bermimpi hari tua yang indah dengan membuat serangkaian rencana untuk masa depan. Namun, tidak begitu dengan pikiran si istri. Perempuan itu berjalan sendiri, melepas gandengan tangan suami. Mengatur semua seenaknya sendiri tanpa ia sadari. Patah sudah semua ini, tak berdarah namun hampir menghilangkan waras.

Bagaimana Jika Kekasihmu Seorang Yang Menyebalkan Dan Mempunyai Ego Besar?

Masalah yang Sering Terjadi Setelah Menikah, Pahamilah Supaya Kalian Bisa Menghindarinya

Perempuan yang mempunyai senyum manis, dilengkapi dengan beberapa lesung pipi sebagai penyedap simpati, tak pernah terduga jika dia mampu mematahkan hati lelaki yang keras. Sungguh tragedi yang tidak akan pernah terbayangkan sebelumnya.

Enam bulan hidup bersama, enam bulan sudah perempuan itu pergi meninggalkan harapan yang tercecer dan enam bulan pula lelaki itu merawat luka. Serasa ingin melepas, namun semakin ingin melepas justru terasa semakin dekat dan lengket. Serasa ingin mati, namun takut menghadapi kematian. Seperti pohon yang butuh air, namun takut layu karena kelebihan air. Setelah patah hati, hidup serba cemas, merusak segala harapan dan rencana yang sudah rapi terkemas.

Dalam hal ini kita bisa mengambil sisi positif dengan cara memahami betul segala sesuatu yang ada pada kekasih, entah itu sikap, keluarga, dll. Supaya kelak kejadian seperti itu tidak terjadi di kehidupan kita, tentu kita tidak menginginkan hal seperti itu bukan? Carilah pasangan hidup yang kalian yakini bisa mendidik keturunan dengan baik. Dan berhati-hati lah dalam memilih “Tidak semua bunga yang indah menawarkan madu, ada juga yang menyimpan racun”.JUDI DOMINO

Leave a Comment