Unik..!! Wanita Wajib Menangis Sebulan Sebelum Menikah

Satukliknews – Bagi wanita, menikah itu adalah bagian yang paling bersejarah sepanjang hidup. Umumnya, persiapan pernikahan dilakukan dengan hati gembira, karena akan menjemput hari bahagia. Namun, di Barat Daya China, atau tepatnya di Provinsi Sichuan, ada tradisi mencengangkan yang wajib dilakukan oleh calon mempelai wanita, yakni menangis selama 30 hari sampai tiba hari pernikahan!DOMINO ONLINE

Menurut dari para ketua adat di wilayah ini, tangisan calon mempelai wanita sangat penting artinya bagi sebuah pernikahan. Bahkan, jika si wanita sulit menangis atau berhenti menangis sebelum 30 hari, maka ibunya akan berupaya agar ia terus menangis, dengan cara apa saja. Bisa dengan memarahinya hingga putrinya benar-benar menangis lagi, menceritakan kisah-kisah sedih, bahkan hingga mencabik-cabik pakaiannya, menjambak, memukul, dan menampar.

Menghiba di Kaki Sang Putri

Tradisi yang sudah mencucurkan air mata pada upacara pernikahan berawal pada permulaan abad 17, dan terus bertahan hingga masa dinasti Qing mengakhiri kekuasannya pada tahun 1911. Tetapi, cikal bakal ritual aneh ini sudah ada sejak Periode Negara Perang (475-221 SM), yakni saat tuan putri dari Negara Zhao melangsungkan pernikahan dengan putra Negara Yan.

Menurut cerita sejarah, saat tuan putri hendak berangkat, ibu ratu begitu sedihnya, dan menangis menghiba di kaki sang putri, serta memohon agar tuan putri segera kembali lagi. Peristiwa ini begitu melegenda, dan merupakan pernikahan pertama yang diwarnai hujan air mata.

Walaupun kebiasaan menangis saat menikah tidak lagi sepopuler dulu, namun tradisi ini masih bertahan dengan kuatnya, terutama di kalangan warga Tujia di Provinsi Sichuan, China. Pelaksanaannya sebenarnya sangat sederhana, mempelai wanita haruslah menangis hingga air matanya mengalir. Jika sang wanita sama sekali tidak menangis, ia akan jadi bahan tertawaan, dan masyarakat akan memandang rendah kepadanya.

Koor Menangis

Ada juga loh ritual menangis yang dilaksanakan agak berbeda. Sebagian warga Tujia melakukannya dengan cara Zuo Tang atau duduk di pendopo. Dengan cara ini, mempelai wanita diharuskan duduk di pendopo dan mencucurkan air mata di sana. Dalam jangka watu 30 hari menjelang pernikahan, si mempelai harus berdiam di pendopo dan mengalirkan air mata selama 60 menit.

BACA JUGA : Wanita ini terkena strok duduk di kereta. kok bisa?

Sepuluh hari setelah itu, ibu kandungnya akan bergabung untuk menangis juga, yang disusul kemudian oleh neneknya, dan saudara-sadara perempuannya. Mereka pun bersama-sama mencucurkan air mata, seperti koor memangis.

Pada hakikatnya, meneteskan air mata pada saat upacara pernikahan hanya untuk menandai kebahagiaan yang sebenar-benarnya, tanpa ekspresi-ekspresi palsu, dan untuk menunjukkan bahwa mempelai wanita benar-benar mencintai ayah ibunya, sekaligus juga mencintai calon suaminya.JUDI DOMINO

Leave a Comment