Untukmu Seseorang Yang Kini Belum Juga Ditakdirkan Bersama

Satukliknews – Ini surat kesekian yang sudah kutulis untukmu. Dalam malam-malam panjangku kucoba untuk merangkai rinduku menjadi sebuah sajak yang mungkin bisa kamu baca selepas melalui hari panjang yang penuh dengan rencana-rencana mewujudkan mimpimu.DOMINO ONLINE

Duhai calon imamku..

Aku selalu menunggumu dengan ketegaran seorang wanita yang memasrahkan seluruh hidupnya pada takdir Tuhannya. Ketika semua keresahan menggumpal pada satu titik dan sangat menyesakkan dada, tak tahu harus kuadukan pada siapa. Saat itulah bulir-bulir air mata menderas tanpa jeda. Tanda bahwa aku pun bisa berduka karena berulang kali dicambuk dan ditikam belati oleh seluruh rasa sepi ini.

Tunggu, kamu sudah keliru jika berpikir aku akan mengeluhkan hal ini padamu. Aku justru ingin bercerita untuk meyakinkanmu bahwa kamu tak sendiri menjalani hari-hari yang penuh kerja keras itu. Aku tahu, kamu sekarang sedang berjuang untuk masa depan kita nantinya.

Tidak ingin kubebani hatimu dengan segala keresahan jiwaku yang sepele sekali, jika dibandingkan dengan perjuanganmu meraih mimpi. Ya, mimpimu dan mimpiku memang tak bertaut saat ini. Tapi, aku percaya kalau masa depan kita akan menjadi yang terpenting untuk kita usahakan bersama. Meski tak berjejak dalam langkah kaki yang sama, tapi semoga doa-doa kita dapat saling bersisian membentuk tangga bagi istana masa depan untuk selamanya.

BACA JUGA : kita aku dan kamu bertemu pada hubungan yang sulit

Tahukah kamu?

Aku juga sangat merindukanmu. Tak dapat kulukiskan segala perasaanku saat melihat orang lain bahagia dengan pasangan mereka. Menyaksikan mereka saling bergandengan mesra,  sementara aku hanya bisa menggenggam bayangan jemarimu. Seperti ada cemburu di hatiku, seperti ada sedih yang menggelayut di mataku. Tapi aku berusaha menahannya dan selalu kucoba mengacuhkan rasa ini.

Duhai kamu, pemilik nama indah yang telah disandingkan dengan namaku  sejak lama dalam lembar kitab-Nya oleh sang pemberi cinta

Aku selalu berharap loh kalau kamu segera menyelesaikan urusanmu, lalu kemudian secepat mungkin menjemputku. Aku memahami keraguanmu ketika kamu ingin mempersiapkan segalanya sebelum menyandingku. Sebagai pria yang bertanggung jawab, kamu ingin memastikan kebahagiaanku setelah kamu dengan mantap mengucapkan ijab.

“Tapi, kamu perlu tahu. Bukan hanya kamu yang mencintaiku. Aku pun mencintaimu. Jadi izinkan aku berjuang bersamamu.”

Segala beban yang ada di pundakmu bisa kita bagi berdua. Aku tak mau kamu mengusahakan kebahagiaan kita seorang diri karena aku juga ingin selalu membersamai. Tak perlu ragu mengajakku untuk cepat naik menuju pelaminan disaat kamu merasa belum memiliki kemapanan. Aku akan menerima segala kesederhanaan yang kamu tawarkan.

“Bagiku, sudah cukup melihat kegigihanmu saat ini, aku telah bisa membayangkan masa depan kita seindah mentari pagi.”

Berjanjilah padaku kita akan saling memahami. Kamu bisa menceritakan apa saja padaku tanpa perlu menyimpannya sendiri pada hatimu. Begitu pula aku, akan melibatkanmu di setiap keputusanku.JUDI DOMINO

Leave a Comment