Wow Pelakor VS Kualitas Diri

Satukliknews – Pelakor, istilah yang sedang viral di dunia maya, dan menjadi momok mengerikan bagi para istri di dunia nyata.Meski istilah dengan pelakor baru-baru saja booming banget, namun nyatanya praktek pelakor sudah ada sejak zaman dulu kala. Bagaimanapun pelakor identik dengan “orang ketiga” dalam hubungan pasutri. Sebutlah merk lainnya, WIL, wanita idaman lain.

Ah, sebagian pasti banyak dong yang protes,  tentu tidak sama yaa. Pelakor yang merupakan akronim  perebut laki orang, secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa para lelaki, pria yang berstatus suami ini tidak bersalah secara langsung. Seolahnya para lelaki ini barang yang tak punya kehendak sehingga bisa direbut, dan diambil paksa.DOMINO ONLINE

Adapun, WIL  justru langsung mengindikasikan adanya kehendak para pria yang berstatus suami terhadap wanita selain istrinya. Istilah WIL lebih menyudutkan para suami, karena ia mengidamkan wanita selain istri sahnya, sekaligus menjatuhkan harga diri wanita yang berstatus istri.

Pada dasarnya, para wanita lebih bersedia mengakui bahwa suaminya digoda ketimbang tergoda, meski pada esensinya para wanita sama-sama diselingkuhi. Rupanya proses menuju perselingkuhan begitu penting bagi wanita sebelum memutuskan sesuatu, minimal memutuskan sasaran kemarahan terbesar mereka. Mengetahui bahwa pasangan mereka tergoda setelah digoda terasa lebih baik ketimbang mengetahui bahwa pasangan mereka tergoda tanpa digoda.

Baik pelakor maupun WIL pada dasarnya berhubungan erat dengan pribadi seorang pria. Pria yang menjaga hubungannya dengan Tuhannya, tentu akan menjaga dirinya dari berbagai keburukan. Jangankan tergoda, bahkan ketika sengaja digoda ia akan bisa menyelamatkan dirinya dari berbagai kerusakan.

Dalam kitab Al akhlaq Al islamiyah Lin Nasyi’in, tersebut sebuah kisah yang begitu fenomenal dari negeri Syam. Tersebutlah seorang pemuda gagah yang bertakwa, ia berprofesi sebagai pedagang keliling. Kegagahan pemuda ini menjadi buah bibir, hingga di kalangan wanita-wanita bersuami. Tersebut pula seorang wanita cantik, istri salah satu petinggi di negeri Syam. Ia pun jatuh hati pada kegagahan si pemuda, hingga ia bersumpah akan mengajak pemuda tersebut berzina. Suatu hari, ketika suaminya tengah bertugas ke luar kota, ia memerintahkan para pembantunya untuk menunggu pemuda yang berjualan kain tersebut. Ketika pemuda itu lewat seraya menjajakan kainnya, para pembantunya berhamburan keluar dan mengatakan membutuhkan bantuan karena majikan mereka sedang sakit dan perlu pertolongan segera sementara tidak ada orang di rumah.

BACA JUGA : tujuh karakteristik milenia yang paling unik

Maka dengan niat untuk menolong masuklah pemuda tersebut ke dalam rumah. Yang mana rumah tersebut segera dikunci oleh sang wanita.

Dia juga memberi pilihan agar pemuda tersebut berzina dengannya atau ia akan berteriak dan mengatakan bahwa pemuda tersebut masuk secara paksa ke rumahnya dan hendak melakukan hal yang tidak baik dengannya.

Sampai disini, mari kita langsung kembali ke kisah para pelakor era ini. Sebutlah para pria beristri yang sedang digoda oleh para pelakor,  jangankan dalam ruangan terkunci, dan dalam keadaan terdesak dalam kondisi demikian, dalam kondisi aman terkendali sekalipun para pria dengan senang hati meladeni godaan-godaan nakal yang mungkin awalnya hanyalah berupa candaan-candaan ringan yang sedikit menjurus.  Apalah lagi dalam kondisi tersebut dalam kisah, kebanyakan pria abad ini  akan memilih pilihan yang paling mudah dan menyenangkan, mengiyakan ajakan pelakor bahkan mungkin sebelum sempat berpikir dua kali, sehingga terjadilah perselingkuhan. Wanita penggoda secara resmi menjadi pelakor, perebut laki orang.

Baik, kita juga kembali menengok kisah sang pemuda yang bertakwa tadi. Dikisahkan ia berdoa dalam hatinya agar Tuhannya memberi jalan keluar. Maka dengan izin Tuhan, ia merasa sakit perut dan meminta izin ke kamar mandi. Si wanita mengizinkannya dan berkata bahwa setelah selesai hajatnya maka ia harus tetap menzinainya.

Di kamar mandi, pemuda tadi mengambil tinjanya dan melumuri badannya dengan tinja tersebut.  Dengan badan penuh kotoran, ia keluar menemui si wanita, hingga wanita tadi terkejut dan merasa jijik sehingga mengusirnya. Pemuda itupun keluar dan menyungkur sujud kepada Tuhannya dengan penuh kegembiraan.

See? Siapapun, jika anda sudah berniat bisa tetap menemukan jalan keluar atas setiap masalahnya tanpa harus melakukan dosa. Hanya saja kita seringkali meremehkan dosa dan memilih apa yang termudah yang ada di depan mata.

Dari kisah tersebut kita juga belajar bahwa godaan, datang kepada siapa saja, baik pria maupun wanita. Bahkan orang-orang sholeh tak luput dari godaan perzinahan. Apa yang membedakannya adalah cara masing-masing orang menghadapi godaan tersebut. Dan hasil akhirnya menunjukkan kualitas diri kita sendiri, dan atau kualitas suami anda.

Menjadi cemas berlebihan, marah kelewatan, hingga paronia atau cemburu buta tak pernah menyelesaikan masalah per-pelakor-an. Cara paling ampuh menghindari pelakor adalah dengan membekali diri dengan iman dan takwa, memperbaiki kualitas hubungan dengan pasangan, dan komitmen atas hubungan perkawinan yang dijalani.JUDI DOMINO

Bagaimana, anda setuju????

Leave a Comment