oleh

Kasus suap Bowo diduga untuk serangan Fajar, PAN minta Jokowi berikan solusi terkait Dana Parpol

SatuklikNews.com – Partai PAN, sebagai partai pengusung Prabowo Subianto meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencari solusi pendanaan partai politik. Hal ini berkaitan dengan kasus suap yang dilakukan oleh anggota DPR Bowo Sidik Pangarso dan sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Kasus suap ini pun diduga bakal digunakan untuk serangan fajar Pemilu.

“Come on, Pak Jokowi. Kami sebagai kader parpol butuh solusi soal dana politik. Kami ingin semuanya clear dan jelas. Tidak ada lagi cara-cara begini. Saat debat kandidat pertama petahana bilang tidak keluar uang pas pilkada, saya makin mempertanyakan debat capres itu,” kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Sabtu (30/3/2019).

“Debat itu buat nyari solusi, bukan dengerin omong kosong. Mana ada orang tidak keluar uang jadi gubernur. Maju ketua RT aja nyumbang beli minum minimal,” imbuh Faldo.

Faldo mengatakan kasus Bowo berawal dari masalah tingginya dana yang dibutuhkan partai politik. Namun, dana yang disediakan negara bagi parpol tak ada yang mencukupi.

“Parpol diberi tanggung jawab macam-macam, pendidikan politik, kaderisasi, dan lain-lain, tapi tidak disediakan cara legal untuk dapat uang. Akar masalahnya adalah dana politik tinggi,” ucap salah satu jubir BPN Prabowo-Sandiaga ini.

Faldo pun mengatakan bahwa Prabowo-Sandi akan merevolusi sistem pendanaan parpol jika menang Pilpres 2019 nanti. Karena menurut Faldo, serangan fajar kerap menjadi jalan pintas bagi para politisi menggaet suara. Alasannya, serangan fajar tidak menelan banyak biaya jika dibandingkan dengan pendidikan politik.

“Bila Prabowo-Sandi menang, kami akan revolusi sistem pendanaan partai politik, agar semuanya jalan dengan semestinya,” tutur Faldo.

Sebelumnya Bowo ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat perantara bernama Indung, yang juga sudah jadi tersangka. Total dugaan suap yang diterima Bowo berjumlah Rp 1,6 miliar dari tujuh kali pemberian. KPK juga menduga Bowo menerima gratifikasi Rp 6,5 miliar dari pihak lain.

Uang itu diduga sudah ditukarkan ke pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu serta dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop. Duit dalam ratusan ribu amplop itulah yang diduga KPK bakal digunakan sebagai serangan fajar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed