oleh

Eggi Jadi Tersangka Makar, BPN : Pemerintah Saat Ini Otoriter

Satukliknews.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyesalkan ketetapan tersangka terhadap Eggi Sudjana. BPN menganggap penetapan itu berlebihan.

“Ini berlebihan. Ketika orang mengatakan demikian, mereka dibilang makar,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga Ahmad Riza Patria, kepada wartawan, Kamis (9/9/2019).

Riza mengatakan, di era demokrasi, siapa pun bebas berbicara apa pun. Dia menganggap penetapan Eggi sebagai tersangka menunjukkan bahwa pemerintah saat ini otoriter.

“Dan pemerintah ini telah menjadi pemerintah yang otoriter, arogan, tidak adil. Ini adalah era reformasi, biasa masyarakat mau minta siapa kek jadi presiden. Itu normal. Itu mengekspresikan, bentuk kecintaan, dll. Orang hanya ingin ganti presiden kok, halal, itu legal, “katanya.

“Dalam demokrasi di dunia, orang ingin mengatakan apa saja itu sesuatu yang biasa. Yang penting adalah bahwa itu bukan anarkis, tidak merusak, itu bukan kriminal. Jika cuma bersuara atau berpendapat, nggak ada yang luar biasa. Mau ganti presiden tiap hari ngomong juga boleh,” imbuh Riza.

Politisi Gerindra itu kemudian membandingkan ini dengan era Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Riza mengatakan, pada saat aksi kekuasaan rakyat, tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka makar.

“Pak Harto dulu juga presiden yang sah, terus ada people power, salah? Tidak. Saat itu dijatuhkan, dipaksa turun. Tidak ada komplotan, tidak ada yang makar, tidak ada yang dipenjara. Ini baru ngomong pidato begitu aja, orasi begitu aja, orang demo. Biasa. Ini pemerintah memang udah zalim ini,” kata Riza.

“Inilah yang ingin buat kerusuhan emang dari pemerintah. Pemerintah ini sengaja membuatnya seperti ini, membuat orang marah, membuat konflik, membuat keributan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan Eggi Sudjana dalam kasus dugaan makar. Advokat itu dilaporkan oleh caleg PDIP Dewi Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung sehubungan dengan peredaran video ketika Eggi menyerukan people power dalam orasi.

Untuk pernyataan itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac), ke Bareskrim Polri pada Jumat (19/4). Laporan Supriyanto didaftarkan dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tanggal 19 April 2019 atas tuduhan penghasutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed