oleh

Tolak Banding, Pengadilan Tinggi Makassar Tetap Hukum Bos Abu Tours 20 Tahun Penjara

Satukliknews.com – Bos Abu Tours Hamzah Mamba tetap dijatuhi hukuman 20 tahun penjara terkait perkara mencuci uang calon jemaah haji hingga Rp 1,2 triliun. Hukuman ini dia dapatkan setelah permohonan bandingnya di tolak oleh Pengadilan Tinggi (PT) Makassar.

“Memperkuat Putusan Pengadilan Negeri Makassar pada 28 Januari 2019 Nomor 1235/Pid.B/2018/PN.Mks, yang dimohonkan,” putusan pengadilan banding PT Makassar seperti dikutip dari situs webnya, Kamis (5/6). 05/09/2019). Duduk sebagai majelis banding yaitu Ahmad Shalihin sebagai ketua dan Yahya Syam dan Gede Ngurah Arthanaya sebagai anggota.

Sewaktu dalam persidangan, Istri Hamzah Mamba, Nursyariah mengatakan bahwa suaminya memiliki banyak bisnis dan pekerjaan sebelum mendirikan Abu Tours. Pada tahun 2003, Hamzah dikatakan pernah bekerja sebagai pramusaji di Pizza Hut Makassar.

Kemudian Hamzah membeli gerobak dan menaruhnya di sekitar Pantai Losari di Makassar. Gerobak juga menjual makanan dan minuman untuk masyarakat pada tahun 2004. Seiring berjalannya waktu, bisnis Hamzah Mamba berkembang. Pada 2006, ia mencoba peruntungannya dengan pindah ke Jakarta.

Di daerah Cilandak, Hamzah menjual es teler dan kopi es. Upaya ini ia franchise-kan sehingga tersebar 400 di seluruh Indonesia.

“Kemudian kami juga membuka restoran di Yogyakarta pada tahun 2001 dan semua upaya kami berjalan lancar. Akhirnya kami memiliki rumah di daerah Cinere,” kata Nursyarih.

Pengenalan Hamzah Mamba dengan dunia perjalanan umrah ketika mereka berdua berangkat ke tanah suci pada tahun 2012. Dari sana, Hamzah ditawari oleh temannya untuk menjadi agen perjalanan umrah. Saat itu, kata Nursyariah, Hamzah memasuki bisnis umrah.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Hamzah Mamba terbukti telah mengumpulkan dana sebesar Rp. 1,2 triliun dari setoran jemaah. Sayangnya, uang trilunan digunakan secara pribadi oleh Hamzah Mamba.

Uang jemaah itu ternyata digunakan untuk pembelian barang-barang mewah untuk Hamzah dan mendirikan anak-anak perusahaan di bawah naungan Abu Corps. Uang ini juga digunakan untuk mendirikan restoran dan beberapa tabloid dan radio untuk mendukung bisnis Abu Tours.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed