oleh

Penyebar Hoaks ‘Penculikan Ulama-Kebangkitan PKI’ Dihukum Penjara 2 Bulan

-News-214 views

Satukliknews.com – Masih ingat gempar berita bohong ‘rencana penculikan ulama dan kebangkitan PKI’ beberapa waktu lalu? Kasus ini telah diadili dan pelakunya, Wawan Kandar dipenjara selama 2 bulan.

Seperti dikutip dari file pengadilan, Jumat (17/5/2019), kasus itu bermula ketika lelaki kelahiran 30 Oktober 1982 itu menulis hoak di akun Facebook-nya. Itu adalah:

Dua hari lalu warga Gunung Kidul menemukan DVD,VCD yang berisikan rencana penculikan ulama di Indonesia. Barang bukti tersebut saat ini sudah diserahkan kepada Polsek Gunung Kidul. BENAR GERAKAN BAWAH TANAH PKI SUDAH BERAKSI .

Ketua RW itu juga menulis di akun Facebooknya:

Mayoritas China itu memang babi, bahkan China cacat mau mati di kursi dan pakai pempres pun ikut nyoblos semua itu demi penguasa NKRI.

Ia juga menyebar pesan berantai di WhatsApp:

Assalaamu’alaikum Wr Wb

Telah hilang seorang Ustadz di daerah Cimuncang Cimahi Selatan, yang bernama (Ustadz Nanang) udah tiga hari menghilang, modusnya ada orang yang menjemput sesudah sholat shubuh untuk Mengaji sampai sekarang belum pulang dan hp nya pun tidak bisa dihubungi.

Pesan berantai lainnya adalah:

Assalamualaikum Wr Wb
TOLONG DIBACA SAMPAI SELESAI

Kepada sodara yang di kampung kepada semuanya umat Islam.

Diimbau kan bahwasanya kita harus selalu waspada karena kenapa? Kabupaten Pandeglang sedang diserang PKI. Kalau misalnya ada yang nyariin rumah, atau tempat tinggal Ustad, Ulama, Kiyai, Santri dan Alimin ulama dimohon jangan dikasih tahu.

INI BUKAN HOAX.

Kemarin besan Abuya Uci dikeroyok oleh anggota PKI di daerah Tangerang sekarang menuju pelosok-pelosok untuk membunuh para alimil ulama. Untuk itu kita harus WASPADA!

INI BUKAN HOAX.
INI NYATA.
TOLONG SEBARKAN JIKA ANDA MENGAKU ORANG ISLAM DAN
CINTA KEPADA ULAMA !

Berita bohong itu segera menyebar di media sosial sehingga Mabes Polri bertindak dan menangkap Wawan. Dia akhirnya duduk di kursi penjara.

Pengadilan Negeri Sumedang menyatakan bahwa Wawan bersalah karena melanggar Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Yaitu menyiarkan berita atau menyebarkan notifikasi yang dapat mempublikasikan kebingungan di komunitas, sementara itu harus dicurigai bahwa berita atau notifikasi itu bohong.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed