oleh

Kuasa Hukum Eggi Sudjana Sebut Penangkapan Kliennya Langgar UU

Satukliknews.com – Tim Advokasi Eggi Sudjana, mempertanyakan penangkapan kliennya. Mereka menganggap ada yang aneh dengan proses penangkapan.

Koordinator Tim Advokasi Eggi Sudjana, Abdullah Al Khatiri mengatakan, selama pemeriksaan Eggi disebut kooperatif. Namun, pada akhir pemeriksaan dikeluarkan surat perintah.

“Saya Abdullah Al Katiri, di sini sebagai ketua tim advokasi Eggi Sudjana. Saya perlu menekankan, posisi Bang Eggi ditahan, telah diperiksa dua kali. Pertama sebagai saksi dan kedua sebagai tersangka. Yang kami heran, sekitar 14 jam diperiksa pada 13 Mei jam 16.00 sampai 07.00 WIB, 14 Mei diperiksa secara kooperatif dan sebagainya. Tetapi, pada akhir pemeriksaan dikeluarkan surat perintah penangkapan, “kata Abdullah di Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu 19 Mei 2019.

Abdullah menjelaskan, ketika ditanya tentang alasan penahanan Eggi, polisi menjelaskan bahwa saat gelar perkara sudah diputuskan untuk ditangkap.

“Ketika kami bertanya, polisi mengatakan bahwa kasus itu pada 7 Mei, sedangkan pemeriksaan pada 13 Mei. Jadi, pada gelar perkara itu sudah diputuskan untuk ditangkap. Padahal, itu hanya diperiksa. Ini kan jadi pertanyaan untuk kami dan Eggi sebelum dipanggil, tepatnya tanggal 7 telah mengirimkan surat untuk mengusulkan beberapa ahli, ada dua ahli pidana dan ahli bahasa, “katanya.

Abdullah menjelaskan, kapasitas Eggi ketika mengambil tindakan di depan Bawaslu dalam rangka menjalankan profesinya sebagai advokat. Karena itu, Eggi tidak boleh dituntut.

“Kemampuannya untuk menjalankan profesinya sebagai advokat, di mana Undang-Undang (UU) Advokat Pasal 18 tahun 2003, dengan jelas mengatakan, jika profesinya tidak dapat dituntut dipidana maupun perdata. Itu jelas, bahkan ada penegasan dari Putusan Pengadilan Nomor 26 Tahun 2014, jelas tidak bisa dipidana di dalam dan di luar peradilan, “jelasnya.

“Kami sebagai advokat mengatakan bahwa ada pelanggaran terhadap UU Advokat. Jadi, banyak hal, bahkan sebelum dipanggil tersangka telah mengajukan pra peradilan, tetapi semuanya telah diabaikan,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed