oleh

JPU Tuntut Ratna Sarumpaet 6 Tahun Penjara

-News-1.355 views

Satukliknews.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa penyebaran berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet, dengan tuntutan 6 tahun penjara. Jaksa berpendapat bahwa Ratna telah menyebarkan berita bohong tentang penganiayaan.

“Menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Ratna Sarumpaet dengan hukuman penjara 6 tahun dikurangi selama terdakwa menjalani tahanan sementara,” kata JPU Daroe Tri Sadono di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 28 Mei 2019.

Jaksa penuntut umum berpendapat bahwa Ratna terbukti bersalah dengan menyiarkan berita bohong terkait penganiayaannya. Padahal hal itu tidak benar terjadi adanya.

“Terdakwa Ratna dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong yang sengaja mempublikasikan kepada masyarakat,” katanya.

Jaksa menjelaskan, Ratna Sarumpaet membuat keributan dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna dikatakan sengaja membuat keributan melalui cerita dan foto wajah memar dan bengkak yang disebut penganiayaan.

 

Baca Juga : Jalani Sidang Tuntutan Hari ini, Ratna Sarumpaet Berharap Bebas

 

Ratna melakukan serangkaian kebohongan melalui pesan WhatsApp termasuk menyebarkan foto wajah memar dan bengkak.

Kisah hoax penganiayaan ini berawal dari tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau pengencangan kulit muka Ratna Sarumpaet. Ratna rawat inap di RS Bina Estetika dilakukan pada 21-24 September 2018.

Selama dirawat di rumah sakit, Ratna Saraumpaet menurut jaksa mengambil foto wajahnya beberapa kali dalam kondisi memar dan bengkak karena perawatan medis.

Foto-foto wajah lebam dan bengkak disebut jaksa dikirimkan Ratna Sarumpaet ke Rocky Gerung lewat WhatsApp pada 25 September 2018. Ratna mengaku dianiaya di area bandara Bandung pada 21 September, pukul 18.50 WIB.

Selain itu, Ratna juga meminta Presiden KSPI Said Iqbal untuk menyampaikan pesannya mengenai penganiayaan kepada Prabowo Subianto pada 28 September 2018.

Hingga akhirnya, Ratna bertemu Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2018 di Hambalang. Prabowo kemudian mengadakan konferensi pers setelah pertemuan. Ratna Sarumpaet didakwa dengan pidana yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed