oleh

Sodomi 15 Santri, Pimpinan Pondok Pesantren di Lhokseumawe Ditangkap

Satukliknews.com – Personal Polres Lhokseumawe menangkap seorang oknum pimpinan pesantren dengan inisial AI (45) dan seorang guru, MY (26), yang melakukan pelecehan seksual kepada 15 orang santri di salah satu pesantren di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Dari 15 yang menjadi korban sodomi, hanya lima orang yang melaporkan ke pihak kepolisian. Aksi itu dilakukan oleh pelaku sejak September 2018 lalu.

Kapolres Lhokseumawe Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Lasta Irawan mengatakan kasus sodomi terungkap ketika seorang korban melaporkan tindakan bejat ​​dari oknum pimpinan pesantren ke polisi pada Juni 2019 lalu. Menerima laporan itu, polisi segera mengumpulkan bukti dan korban lainnya.

“Orang tua korban yang tidak dapat menerima hal itu melaporkannya ke pihak kepolisian. Setelah kami meminta keterangan dari para pelaku, diketahui bahwa sekitar 15 orang sudah menjadi korban dari tindakan bejat itu,” kata Ari saat dikonfirmasi, Kamis, 11 Juli. 2019.

Aksi itu dilakukan oleh kedua pelaku secara bergantian. Cara yang dilakukan adalah dengan mendoktrin ilmu agama, kemudian memerintahkan korban untuk membersihkan kamar pelaku dan memerintahkan untuk menginap di kamarnya.

Karena korban yang tidak kuat menahan tindakan pelaku, maka kemudian melaporkan kepada orang tuanya. Sekarang, kedua pelaku diamankan di Polres Lhokseumawe, dan dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat dengan ancaman 90 kali cambukan.

“Pelaku terancam dengan hukuman 90 kali cambukan, atau denda maksimum 900 gram emas murni atau maksimum 90 bulan penjara,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat yang memiliki anak di pesantren AN di Lhokseumawe agar melaporkan jika pernah mengalami kasus serupa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed