oleh

Izin Belum Diperpanjang, Pemerintah Evaluasi Kegiatan FPI

Satukliknews.com – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan pemerintah sedang meninjau apakah akan memberikan perpanjangan izin Front Pembela Islam (FPI) yang telah kedaluwarsa sejak 20 Juni.

“Mengapa kita belum memberikannya karena kita masih menyelidiki, dilakukan evaluasi kegiatannya selama dia ada, organisasinya, rekam jejaknya juga sedang disusun, organisasi memang layak mendapat izin lagi atau tidak,” kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat 19 Juli 2019.

Mantan Panglima ABRI ini meminta masyarakat untuk tidak ikut berpolemik dan membesar-besarkan berita pembelian FPI yang izinnya telah kedaluwarsa. Dan terjebak dalam berbagai isu yang berkembang, karena pemerintah akan mengambil sikap sesuai dengan hukum.

“Tentu saja, semua tunduk pada hukum yang berlaku, hukum tentang keormasan (organisasi masyarakat) yang kemudian mendasari pemerintah untuk menentukan keputusan-keputusan itu,” katanya.

Purnawirawan Jenderal TNI ini juga mengingatkan para simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk tidak melakukan kegiatan yang ilegal. Karena HTI telah resmi telah dibubarkan oleh pemerintah.

“Organisasi itu dibubarkan karena pahamnya. Ideologinya visi misinya sudah jelas bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Sehingga, jika individual atau mantan-mantan anggotanya beraktifitas, tetapi aktivitasnya masih melanjutkan paham-paham yang anti Pancasila, anti NKRI ya masuk ke ranah hukum. Harus kita hukum,” teganya.

Namun, Wiranto menjamin bahwa para mantan anggota HTI setia kepada Pancasila dan NKRI dalam melakukan kegiatan sosial apa pun.

“Jadi harap maklum jangan sampai ada pengertian organisasinya dilarang tetapi individualnya masih menyebarkan paham-paham khilafah dan anti Pancasila. Enggak bisa. Karena tidak hanya HTI. Organisasi lainnya, ormas lainnya pun kalau menyebarkan ajaran anti pancasila dan anti NKRI juga ada undang-undang yang akan memasukkan dia di ranah hukum,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed