oleh

Adian Napitupulu Heran Jokowi Dilabeli ‘Pro Aseng’

Satukliknews.com – Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, merasa heran dengan label yang ditempelkan pada pemerintahan Jokowi. Adian merasa heran karena label ‘pro aseng’ muncul seolah-olah pemerintahan saat ini menguntungkan bagi konglomerat etnis China.

Menurutnya, banyak konglomerasi China sebenarnya dibangun di era rezim Orde Baru ketika Soeharto berkuasa.

“Pertanyaan saya hanya satu. Tunjukkan satu nama konglomerat Cina yang dibangun di era Jokowi, tidak ada. Semua dibangun pada era Soeharto,” kata Adian di sela-sela Kongres V PDI Perjuangan, Sanur, Bali, Jumat, 9 Agustus 2019.

Adian menjelaskan, pendapat itu dibangun dengan sengaja untuk memancing emosi publik. Bahkan, katanya, kerajaan bisnis oleh etnis tertentu dibangun dan dikelola di masa lalu.

Dia mengatakan bahwa pada saat itu pengusaha dikendalikan oleh pemerintah sehingga tidak mengejutkan bahwa mereka rentan terhadap guncangan ekonomi. Dia mengatakan itu seperti mengimpor gandum yang sekaligus ditunjuk langsung ke salah satu pengusaha tertentu. Metode ini adalah salah satu cara untuk memperkaya segelintir orang.

“Siapa pun bisa menjadi konglomerat dengan cara itu, tidak perlu pendidikan. Sekarang semua konglomerat yang dibangun oleh Orde Baru bukan pengusaha yang lahir dari persaingan, tetapi lahir dari proteksi,” katanya.

Kemudian, ia mengatakan bahwa saat ini daya saing dengan orang asing lemah karena mereka tidak memiliki kekuatan.

“Jadi sekarang ketika bersaing dengan produk asing rontok, tidak ada antibodi dalam dirinya karena dibangun dengan cara yang salah,” kata mantan aktivis 1998 itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed