oleh

Sujud di Kaki Ibu Korban, Kata Maaf Pembunuh Tak Diterima

Satukliknews.com – Rasa penyesalan mendalam tampak ditunjukkan Apriansyah alias Aap yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan pada persidangan di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 18 September 2019.

Penyesalan ini dia tunjukkan dengan sujud di kaki ibu Rudi Hartono, korban yang dia bunuh. Meski menunjukkan rasa penyesalan yang begitu dalam, terdakwa Aap masih tetap tidak mendapatkan maaf. Dia bahkan merasa terdakwa tidak dapat dimaafkan.

“Saya tidak akan memaafkan perbuatan kamu karena anak saya telah meninggal dunia setelah kamu bunuh,” kata ibu korban saat disujudi terdakwa.

Menurut dia, akibat perbuatan pelaku Aap yang telah menghilangkan nyawa Rudi, membuat dirinya harus menghidupi anak dan istri korban sendirian.

“Kamu nuduh anak saya mencuri handphone. Kalau memang benar, kenapa tidak langsung pas kejadian saja kamu bilangin. Kenapa setelah kejadian kamu malah bunuh anak saya. Karena kamu anak saya meninggal, cucu saya tidak ada ayah dan istrinya jadi janda. Selamanya saya tidak akan memaafkan perbuatan kamu,” tegasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Supanji menuntut terdakwa penjara selama delapan tahun dan menjerat terdakwa dengan Pasal 338 tentang pembunuhan.

Sedangkan Penasehat Hukum terdakwa Arif saat membacakan pledoi atau pembelaan yang intinya meminta keringanan kepada majelis hakim yang diketuai Touch Simanjuntak.

Dalam dakwaan JPU, pada Senin 15 April 2019 sekira pukul 20.00 WIB, korban Rudi Hartono mendatangi terdakwa Apriansyah di Lapo Tuak Simbolon di Jalan Pangkalan Benteng Lorong H. Anam, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Ketika bertemu, terdakwa langsung marah-marah terhadap korban Rudi. Tidak terima, korban Rudi dengan menggunakan tangan kanannya langsung memukul muka terdakwa Aap sebanyak satu kali.

Setelah itu korban dari arah depan langsung menarik baju terdakwa dan membawanya keluar dari Lapo Tuak. Selanjutnya Aap langsung kembali masuk ke lapo tuak dan mengambil sebilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu tanpa sarung.

Dengan senjata itu dia lalu menikam korban di bagian dada. Tidak lama kemudian saksi Sumarkuat dan Ragil dengan menggunakan sepeda motor langsung membawa korban ke rumah sakit dan korban mengalami luka robek pada dada kiri hingga korban meninggal dunia.

 

Sumber : vivanews.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed