oleh

Sriwijaya Air Direkomendasikan Setop Operasi

-News-1.013 views

Satukliknews.com – Sriwijaya Air direkomendasikan berhenti operasi. Hal ini disampaikan Director of Quality, Safety, and Security Sriwijaya Air, Toto Soebandoro kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson I. Jauwena.

Melalui surat bernomor 096/DV/INT/SJY/IX/2019 yang ditandatangani Toto pada 29 September 2019 itu, disampaikan situasi terakhir perusahaan saat ini. Khususnya, pascatenggat masa transisi, guna peralihan kepemimpinan di Sriwijaya Air tanggal 24 September 2019, yang ditetapkan Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dan Direktur Angkutan udara, serta usai diberhentikannya layanan line maintenance oleh GMF Aeroasia, anak usaha PT Garuda Indonesia.

Toto menyampaikan, beberapa laporan terkini kondisi Sriwijaya, setelah dilakukan tinjauan dari segi perawatan dan pemeliharaan pesawat udara.

Toto menjelaskan bahwa hasil pengawasan dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPU) Kemenhub diketahui bahwa line maintenance dikerjakan sendiri dengan metode engineer on board, yang jumlahnya hanya 50 orang.

Kemudian, laporan pelaksanaan di lapangan diketahui bahwa ketersediaan tools, equipment, dan minimum spare, serta jumlah qualified engineer yang ada tidak sesuai dengan laporan tertulis dalam kesepakatan kepada Dirjen Perhubungan Udara dan Menteri Perhubungan.

“Hal itu berarti bahwa risk index Sriwijaya masih berada dalam zona merah 4A atau tidak diterima pada situasi yang ada. Atau, dapat dianggap bahwa Sriwijaya Air kurang serius terhadap kesempatan yang diberikan pemerintah untuk melakukan perbaikan,” tulis Tono, Senin 30 September 2019.

Sehubungan dengan beberapa pertimbangan itu, dia mengatakan, pemerintah sudah mempunyai cukup bukti untuk menindak Sriwijaya Air untuk setop beroperasi.

“Setelah diskusi dengan Direktur Teknik dan Direktur Operasi sebagai pelaksana keselamatan, maka kami merekomendasikan Sriwijaya Air menyatakan setop operasi atas inisiatif sendiri (perusahaan). Atau melakukan pengurangan operasional disesuaikan dengan kemampuan untuk beberapa hari ke depan karena alasan memprioritaskan keselamatan,” katanya.

Hal ini, lanjut dia akan menjadi nilai lebih bagi perusahaan yang benar-benar menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Jika dalam beberapa hari kemudian, Sriwijaya Air dengan persiapan yang lebih matang telah merasa siap untuk beroperasi kembali. Maka, manajemen cukup melaporkan kepada DKPPU untuk kemudian lebih mudah memperoleh izin terbang kembali.”

 

Sumber : vivanews.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed