oleh

Seputar Adian Napitupulu yang Mengaku 4 Kali Ditawari Jadi Menteri

Satukliknews.com – Seorang mantan aktivis 1998 yang juga politikus PDIP Adian Napitupulu mengaku tak memiliki talenta sebagai menteri. Dia pun tak berharap diangkat menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Adian merasa lebih leluasa bekerja di DPR dan tidak memiliki talenta untuk menjadi menteri.

Adian yang di periode 2014 – 2019 terpilih menjadi anggota DPR RI dan duduk di Komisi VII, kini melenggang lagi ke Senayan. Dia akan menjadi anggota DPR untuk periode 2019-2024. Namun belum diketahui Adian bakal ditugaskan di Komisi berapa karena memang belum ada pembagian.

Berikut ini profil Adian Napitupulu yang dirangkum detikcom :

1. Biodata Adian Napitupulu

Pria kelahiran Manado, 9 Januari 1971 ini memiliki nama lengkap Adian Yunus Yusak Napitupulu. Ia merupakan anak dari Ishak Parluhutan Napitupulu dan Soeparti Esther, ayahnya merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) dan pernah menjadi jaksa di Kejaksaan Negeri di Kota Kotamobagu, Barabai dan Kupang.

Pada tahun 1981, ia menjadi anak yatim setelah ayahnya wafat saat bekerja di Kejaksaan Agung Jakarta. Kini, Adian telah memiliki keluarga kecil bersama istrinya, Dorothea Eliana Indah dan sudah dikaruniai 2 anak. Sosok Adian dikenal memiliki keberanian dalam mengutarakan pendapat dan tegas sehingga tak sedikit orang yang penasaran dengan dirinya.

2. Perjalanan Karir

Sebelum menjadi seorang politisi, Adian Napitupulu dikenal sebagai seorang aktivis ’98 dan aktif mengikuti pergerakan mahasiswa. Saat masih kuliah di Universitas Kristen Indonesia (UKI), ia mendaftarkan diri sebagai anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) pada tahun 1992 dan mendirikan kelompok diskusi ProDeo pada tahun 1994. Sederet kegiatan sebagai aktivis ia lakukan hingga pernah berurusan dengan pihak kepolisian.

Nama Adian Napitupulu 1998 mulai dikenal ketika ia terlibat untuk mendirikan organisasi mahasiswa seJabodetabek bernama Forum Kota. Organisasi ini terdiri dari 16 kampus dan merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR pada tanggal 18 Mei 1998.

Pada tahun 2009, ia mendirikan organisasi Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat) dan dikenal turut membantu kaum buruh saat itu. Di tahun yang sama ia sempat mendaftar menjadi calon anggota DPR melalui Partai PDI Perjuangan tapi ia belum dinyatakan lolos ke Senayan. Baru pada 2014, ia terpilih menjaadi anggota DPR dari PDIP dari Dapil Jabar V. Dan, pada pemilu 2019, ia berhasil lolos ke Senayan lagi tapi belum diketahui akan ditugaskan di komisi mana oleh partainya.

3. Tolak Jadi Menteri

Adian Napitupulu mengaku menolak jadi menteri dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf. Sebab ia merasa tidak leluasa menjadi menteri sehingga lebih memilih untuk bekerja di DPR. Dia mengaku 4 kali ditawari untuk menjadi menteri.

Ia mengaku penolakannya itu atas pilihannya sendiri, tidak ada paksaan dan intervensi apapun. Hal tersebut ia pahami bahwa ia sadar diri belum mampu dalam menjabat sebagai menteri.

4. Dikritik Warganet saat Tertidur di Sidang Paripurna

Dalam sidang paripurna (4/1/2014), Adian Napitupulu tertidur. Akibat hal itu, ia pernah menjadi bahan perbincangan warganet. Namun, Adian menyatakan bahwa ia tidak tertidur karena ia masih mendengarkan materi diskusi sambil memikirkan kronologi perseteruan Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih di DPR.

5. Dilarang Masuk Istana

Adian Napitupulu pernah dilarang masuk ke Istana Kepresidenan karena memakai celana jeans. Hal ini bertentangan dengan aturan berbusana di lingkungan istana. Oleh karena itu, ia akhirnya diminta pihak Paspampers untuk meminta perizinan ke Danplek Bina Graha.

Saat itu Adian hadir sebagai anggota Komisi VII DPR RI untuk memenuhi undangan diskusi dan mendengarkan aspirasi masyarakat suku Amungne di Gedung Binagraga, Kompleks Istana Kepresidenan.

 

Sumber : Detik.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed