oleh

Penjelasan UAS, Haramkan Main Dadu dan Catur

-News-735 views

Satukliknews.com – Potongan video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang membahas permainan catur dan dadu haram menuai polemik. Belakangan, video ceramah yang disampaikan UAS tahun 2017 lalu itu kembali viral dan memancing respons banyak pihak.

Kontroversi muncul, terlebih catur saat ini merupakan salah satu cabang olahraga yang sering dilombakan dalam berbagai kejuaraan, baik di dalam negeri maupun internasional. Gara-gara ‘penghakiman’ UAS dalam ceramahnya, ia diserang sana-sini.

Bahkan, sebuah situs kontroversial sampai menulis opini yang menyudutkan UAS terkait ceramahnya soal mengharamkan dadu dan catur dua tahun lalu. Gerah dengan tuduhan si penulis, UAS angkat bicara.

Melalu akin Instagramnya, @ustadzabdulsomad_official’s, UAS menuliskan beberapa sumber dan rujukan yang menjadi dasar ceramahnya mengharamkan main Dadu dan Catur.

“Menurut Imam an-Nawawi dari kalangan mazhab Syafi’i: Main catur itu makruh. (Tapi jika melalaikan shalat, jadi haram). Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad: haram. Imam Malik: catur lebih jelek dari dadu, karena lebih melalaikan. (Sumber: Syarh Shahih Muslim: juz.15, hal.15),” tulis UAS.

Sumber lain menyebutkan, UAS mengutip Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani yang mengatakan para ulama ikhtilaf (beda pendapat) tentang hukum main catur. Sebagian mereka membolehkan, karena membantu strategi perang. Di antara mereka yang membolehkan, Imam Sa’id ibn Jubair dan Sya’bi, tapi ada tiga syaratnya.

“Tidak judi. Tidak melalaikan waktu shalat. Menjaga lisan dari kata-kata buruk. Menurut Imam Syafi’i makruh tanzih. Menurut sekelompok ulama: haram, seperti dadu. Sumber: Fatwa-Fatwa al-Azhar. Mufti: Syaikh ‘Athiyyah Shaqar,” ungkapnya.

UAS mengaku sengaja menuliskan penjelasan ini dalam perjalanan usai menyampaikan tausiah di Bogor menuju Bandara Soekarno-Hatta.

“Saya tidak sempat meladeni hal sia-sia. Tapi ini masalah ilmu dan akhlaq. Saya menjawab lengkap seperti jawaban guru-guru saya. Semoga keluarga seword yang selalu menyerang saya diberi rezeki halal, anak-anak sholih dan sholihah, istiqomah dan husnulkhotimah,” tulisnya.

 

View this post on Instagram

 

• ‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . . Sahabat UAS @sahabatuasofficial . 1. Menurut Imam an-Nawawi dari kalangan mazhab Syafi’i: Main catur itu makruh. (Tapi jika melalaikan shalat, jadi haram). Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad: haram. Imam Malik: catur lebih jelek dari dadu, karena lebih melalaikan. (Sumber: Syarh Shahih Muslim: juz.15, hal.15). 2. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata: Ulama ikhtilaf tentang hukum main catur. Sebagian mereka membolehkan, karena membantu strategi perang. Diantara mereka Imam Sa’id ibn Jubair dan Sya’bi, tapi syaratnya tiga: A. Tidak judi B. Tidak melalaikan waktu shalat C. Menjaga lisan dari kata-kata buruk. Menurut Imam Syafi’i Makruh tanzih. Menurut sekelompok ulama: haram, seperti dadu. Sumber: Fatwa-Fatwa al-Azhar. Mufti: Syaikh ‘Athiyyah Shaqar. 1. Saya tulis jawaban ini dalam perjalanan selesai tausiyah di Bogor menuju airport, esok shubuh ke Muara Bungo Jambi. 2. Saya tidak sempat meladeni hal sia-sia. Tapi ini masalah ilmu dan akhlaq. Saya menjawab lengkap seperti jawaban guru-guru saya. 3. Semoga keluarga seword yang selalu menyerang saya diberi rezeki halal, anak-anak sholih dan sholihah, istiqomah dan husnulkhotimah. . . . . . . . . . . @uas_originalstore @uos_katalog_akhwat @tokobuku.amanah @sahabatuasofficial @yayasanwaqafhajjahrohana

A post shared by Ustadz Abdul Somad, Lc,. M.A (@ustadzabdulsomad_official) on

Sumber : vivanews

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed