oleh

Bukan Cuma Sekali Medali Indonesia ‘Hilang’ di SEA Games 2019 Filipina

Satukliknews.com – Indonesia bukan cuma sekali dibuat tersenyum kecut di SEA Games 2019, Filipina, karena perolehan medalinya hilang. Namun, sudah dua kali medali Indonesia hilang di tangan karena aturan.

Pertama, medali emas Indonesia dari dance sports tak diakui. Itu dikarenakan adanya keputusan bahwa dance sports hanya berstatus sebagai cabang olahraga eksibisi, karena hanya diikuti oleh dua negara, satu lainnya Filipina.

Cabor dance sports terpaksa dijadikan eksibisi, karena tak memenuhi kuota peserta. Maka dari itu, torehan emas Indonesia dari sana tak diakui.

“Dalam aturannya, jika peserta kurang dari empat dalam satu cabang olahraga, maka dikategorikan sebagai eksibisi,” jelas Chief de Mission Indonesia, Harry Warganegara Harun.

Paling menyakitkan, adalah ketika emas Indonesia dirampas pada Jumat 6 Desember 2019. Dalam cabor modern pentathlon, perubahan terjadi karena ada dua atlet Indonesia yang meraih medali, Putri Dea Salsabila dan Nariska Cintya, berada di dua posisi teratas.

Medali Nariska diambil, tak diakui. Justru, atlet dari negara lain yang ada di luar tiga besar dipanggil.

Manajer modern pentathlon Indonesia, Glenn Apfel, menyatakan ada aturan yang tak diketahuinya. Yakni mengenai medali yang jatahnya hanya satu untuk tiap negara.

Aturan yang aneh karena di Asian Games hingga Olimpiade saja, dibenarkan jika ada lebih dari seorang atlet dalam satu kontingen meraih medali.

“Dari mana aturan kalau satu negara cuma berhak satu medali. Kami sudah siap di samping podium, yang masuk negara lain. Sedang kami proses administrasinya,” ujar Glenn.

 

Sumber : vivanews

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed