oleh

Investasi Bodong MeMiles, Top Up Rp 5 Juta Bisa Bawa Pulang Mobil

Satukliknews.com – Polda Jawa Timur (Jatim) akan memanggil 4 selebritis yang menjadi mamber MeMiles. Investasi yang sudah divonis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ilegal itu diikuti puluhan ribu orang dengan dana yang terhimpun mendekati Rp 1 triliun. Mengapa pada tergiur investasi bodong?

MeMiles merupakan aplikasi yang bisa didownload lewat Android/PlayStore. Aplikasi ini dibuat oleh PT Kam and Kam.

“Mereka memiliki 264 ribu member dari selama 8 bulan dengan nilai omset hampir 750 miliar,” kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan.

Layaknya aplikasi lainnya, pendaftar harus memasukkan identitas diri. Setelah aplikasi MeMiles ada di HP, investasi yang akan disetor ke MeMiles tinggal di-top up dengan jumlah sesuai keinginan korban. Minimal top up sebesar Rp 50 ribu. Dalam praktiknya ada yang top up Rp 200 juta.

Dari top up sejumlah uang tersebut, pihak MeMiles memberikan bonus yang fantastis. Mulai dari mobil, motor, hingga barang elektronik lainnya. Bahkan, bonusnya melebihi besaran uang yang ditop up.

“Misalnya top up Rp 400 ribu mendapatkan handphone. Top up Rp 5 juta bisa mendapatkan mobil. Para member juga merekrut member lain dan mendapatkan poin,” ujar Luki.

Hp dan mobil di atas bisa didapat tentu dengan syarat yaitu harus mendapatkan mamber untuk jadi downline sebanyak-banyaknya.

Seorang Upline yang telah memiliki banyak downline disebut sebagai ‘leader’. Semakin banyak ia memiliki downline maka ia bisa mendapatkan ‘poin’. Poin itu kemudian dikonversi dengan bonus. Semakin banyak poin, maka semakin berlipat-lipat bonusnya.

Seorang Leader yang melakukan top up Rp 500 ribu tapi memiliki downline belasan orang, dijanjikan bonus barang hingga pergi Umrah. Para leader itu apabila sudah memiliki downline ribuan, maka dijanjikan keuntungan berlipat-lipat lagi.

Lalu dikemanakan uang dari nasabah itu oleh PT Kam and Kam? Dalam aplikasi itu disebutkan PT Kam and Kam bergerak dalam bidang periklanan online. Benarkah? Polisi tidak yakin dan mengendus aroma penipuan. Akhirnya, pucuk pimpinan PT Kam and Kam dibekuk.

“Kami sudah melakukan penahanan dan menetapkan tersangka 2 orang inisial KP dan FS. Ini salah satu direktur utamanya dan salah satu orang kepercayaannya dan juga sudah mengamankan atau memblokir rekening atas nama PT Kam and Kam,” kata Luki.

Sumber : Detik.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed