oleh

Korban Banjir Mau Gugat Anies, Gerindra DKI Harap Tak Ditunggangi Politik

-News-585 views

Satukliknews.com – Jumlah laporan warga Jakarta ke Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 untuk menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertambah. Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Syarif menyebut masyarakat lebih baik menggalang dana daripada menggugat.

“Bukan kah lebih baik sekarang itu, menggalang dana untuk bantuan korban banjir recovery. Saran saya seperti itu, lebih baik penggalangan dana untuk recovery,” ujar Syarif saat dihubungi, Jumat (10/1/2020).

Syarif berharap gugatan masyarakat tersebut tidak mengandung kepentingan politik. Menurutnya, saat ini sulit untuk melepaskan motif atau kepentingan politik.

“Masalahnya penggalangan tuntutan itu, saya berharap tidak ditunggangi kepentingan politik. Jadi bukan soal banyak dan sedikitnya tuntutan, tapi konstruksi hukum dan motivasinya yang menurut saya harus hati-hati jangan ada kepentingan politik,” kata Syarif.

“Kan sulit sekali di area sekarang ini untuk melepaskan motif-motif seperti itu, siapa yang bisa menjamin nggak punya motif politik,” sambungnya.

Namun, Syarif mengatakan, bila masyarakat sudah mempersiapkan gugatan maka tidak boleh dihalangi. Pemprov DKI juga diminta siap menghadapi tuntutan.

“Tapi kalau sudah matang sudah siap menggugat ya dipersilakan, jangan dihalang-halangi. Pemprov juga harus siap menghadapi itu,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 600 laporan korban banjir masuk ke Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020. Dari jumlah tersebut diverifikasi dan didapat kerugian warga Jakarta yang melapor mencapai Rp 43,32 miliar.

“Sampai 9 Januari 2020 pukul 21.00 WIB, jumlah e-mail yang masuk sudah mencapai 600 laporan. Dari data tersebut, yang sudah ter-input sebanyak 243 pelapor,” kata koordinator Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020, Alvon Kurnia Palma, Jumat (10/1/2020).

Dari 243 orang yang melapor ke Tim Advokat, sebanyak 186 orang menyampaikan nilai kerugian akibat banjir.

“Nilai total kerugian dari para pelapor telah mencapai Rp 43,32 miliar. Nilai kerugian terkecil tercatat senilai Rp 890 ribu dan nilai terbesar Rp 8,7 miliar,” ujar mantan Direktur YLBHI itu.

Sumber : Detik.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed