oleh

Pakar Hukum Sebut Rizieq Shihab Tak Bisa Dijerat Sanksi Pidana, tapi Kena Denda

Satukliknews.com — Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, mengatakan Rizieq Shihab tidak bisa dikenakan sanksi pidana atas kerumunan yang terjadi di serangkaian kegiatannya.

Sebab, sanksi pidana baru bisa digunakan ketika wilayah tersebut menerapkan karantina atau lockdown. “Selama wilayah belum melaksanakan lockdown, atau dalam hal ini hanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tidak ada sanksi pidana yang dapat diterapkan,” ucap Fickar saat dihubungi pada Senin, 23 November 2020.

Fickar mengatakan, sanksi pidana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, termasuk Pasal 93 di dalamnya, baru bisa diaplikasikan ketika DKI Jakarta menerapkan lockdown.

Sedangkan saat ini, pemerintah hanya menerapkan PSBB. “Jadi tidak bisa sanksi pidana diterapkan. Cuma seharusnya masyarakat sadar bahwa tindakannya (berkerumun) itu sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata Fickar.

Alhasil, menurut Fickar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya bisa mengunakan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 kepada Rizieq. “Dengan hukuman denda Rp 50 juta, dan jika melakukan lagi maka naik menjadi Rp 100 juta,” ujar dia.

sumber: tempo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed